NABIRE - Ketua Harian Komite Olahraga NasionaI Indonesia (KONI) Kabupaten Nabire secara resmi membuka Kejuaraan Bulutangkis ‘Nabire Open’ Tahun 2017, Selasa (12/12) bertempat di GOR Kotalama Nabire. Kejuaraan Bulutangkis Nabire Open ini akan berlangsung sejak Selasa (12/12) hingga Sabtu (16/12) dengan melibatkan ratusan atlit dari 10 kabupaten/kota di wilayah Provinsi Papua dan Papua Barat. Dalam sambutannya, sebelum membuka kejuaraan itu Madyo Prayitno mengatakan, keberadaan sebuah organisasi olahraga tentunya harus didukung penuh oleh semua pihak, terutama bagi mereka yang ada dalam susunan struktur organisasi yang dimiliki bersama. Yang mana dirinya selaku Ketua KONI Kabupaten Nabire memberikan apresiasi kepada PBSI Kabupaten Nabire yang sangat berani mengambil keputusan-keputusan dalam suatu kejuaraan untuk meningkatkan suatu prestasi khususnya di bidang olahraga bulutangkis, guna mempererat tali persaudaraan diantara para atlit di tanah Papua. Ia menilai, kejuaraan bulutangkis Nabire Open tahun 2017 sangatlah tepat dan perlu ditingkatkan di tahun-tahun mendatang. Dimana, ajang tersebut bisa diikuti oleh Persatuan Bulutangkis (PB) yang ada di Nabire khususnya, dan di tanah Papua pada umumnya. Sehingga, melalui kejuaraan-kejuaraan bergengsi dapat menambah volume dari kegiatan olahraga bulutangkis di tanah Papua. “Kejuaraan Bulutangkis Nabire Open tahun 2017 merupakan pertandingan yang bergengsi dan luar bisa, dimana melibatkan atlit-atlit dari Provinsi Papua dan Papua Barat. Dan hal ini akan menjadi tolak ukur kesiapan para atlit bulutangkis menuju PON tahun 2020 dan Papua akan menjadi tuan rumah PON 2020. Ini kesempatan yang baik untuk para atlit kita, untuk menambah jam terbang dalam bermain dan mengkuti kejuaraan,” ujarnya. Akhir-akhir ini menurut pantauan KONI, Pengprov PBSI Provinsi Papua kurang melaksanakan kegiatan-kegiatan atau kejuaraan-kejuaraan bertaraf provinsi, sehingga melalui Nabire Open diharapkan akan menjadi sebuah motivasi tersendiri bagi Pengprov Papua dalam melaksanakan kejuaraan-kejuaraan, khususnya dalam bidang olahraga bulutangkis. “Olahraga merupakan alat pemersatu bangsa, ini merupakan kesempatan terbaik bagi para atlit sebagai ajang untuk menguji talenta dan juga adu gengsi antar sesama atlit, dengan mengedepankan permainan menarik dan menjunjung tinggi sprotifitas dalam berlaga, sehingga hasil dari pada pertandingan ini akan muncul sebuah prestasi dan melahirkan atlit-atlit bulutangkis yang handal di tanah Papua, selamat bertanding,” pungkasnya. (cad)