NABIRE - Ketua Badan Pekerja Klasis (BPK) Nabire Gereja Kristen Injili (GKI) Di Tanah Papua, Pendeta Linda Upessy, S.Th.,M.Pd yang diwakili Wakil Sekretaris Klasis GKI Nabire, Pendeta Kartini Sitinjak Waibusi, S.Th secara resmi membuka Sidang Jemaat Ke –XXXVIII GKI Imanuel Kota Lama, Selasa (01/12) Pukul 09.00 WIT yang di tandai dengan pemukulan tifa oleh Ketua Klasis GKI Nabire.

  Dalam sambutannya, dirinya mengatakan, Sidang Jemaat adalah amanat yang terdapat dalam tata gereja dan peraturan GKI Di Tanah Papua yang dilakukan setidak-tidaknya sekali dalam setahun.

Dan karena itu, dalam Sidang Jemaat kali ini, para peserta akan memutuskan pelayanan di Tahun 2021dan di dahului dengan penyampaian pertanggung jawaban seluruh pelayanan di tahun 2020.

  Kata dirinya, sesuai dengan Surat Badan Pekerja Klasis Nabire tentang pelaksanaan Sidang tahun 2020, di tengah pandemic Covid -19, sebelum masuk dalam agenda sidang jemaat, sudah harus di lakukan terlebih dahulu pertemuan-pertemuan atau rapat-rapat evaluasi, baik di tingkat Badan Pelayan Unsur dan juga Majelis dan Panitia Sidang.

  “Hari ini kita akan bersidang tidak seperti tahun-tahun yang lalu.

Dimana, kita akan melaksanakan sidang dengan se- efisien mungkin, tetapi dengan kualitas yang tetap baik,” ujarnya.

Menurutnya, sudah ada Surat Keputusan BP. AM Sinode GKI Di Tanah Papua, tentang penyeragaman Periodesasi seluruh pelakasanaan kegiatan di samakan, baik di BP.AM Sinode, Klasis, maupun di Jemaat-Jemaat.

Maka periode ini akan berakhir dan di mulai Tahun 2022 -2027.

Yang belum sesuai dengan Periode tersebut akan di sesuaikan dengan kesepakatan yang di buat di tengah-tengah jemaat masing-masing.

  “Wujud tema dan sub tema kita pada sidang kali ini adalah doa dan kerja kita (Jemaat Imanuel red), tapi kita tidak hanya berdoa saat ini dan bekerja dengan berbicara, memutuskan saat ini saja, tetapi doa dan kerja itu harus kita lakukan terus menerus dalam kehidupan kita.

Kita boleh saja menyampaikan pendapat, atau saran dan usul, tetapi kalau kita tidak mengerjakanny,  itu tidak bertanggung jawab, saya berharap sebagai Badan Pekerja Klasis Nabire, dan kita semua yang hadir dalam sidang ini adalah orang terdepan yang mengerjakan apa yang kita putuskan bersama dalam persidangan hari ini,” tutur Pendeta Sitinjak.

  Dirinya berharap, semua yang sudah di kerjakan pada tahun 2020, semua pelayanan yang sudah di buat akan menjadi berkat bagi pribadi masing-masing, bagi keluarga dan bagi jemaat semua.

Dan di tahun 2021 pekerjaan dan pelayanan ini juga tetap di laksanakan, bahkan lebih di tingkatkan lagi dengan makna sub tema yaitu, perubahan menuju kedewasaan.

Itu berarti, pasti akan lebih baik lagi di tahun yang akan datang. (cad)