Ketua BMA Imbau Masyarakat Tetap Tenang Tanggapi Isu Global

NABIRE - Menanggapi isu global yang belakang ini terdengar sampai ke telinga masyarakat, Ketua Barisan Masyarakat Adat Provinsi Papua Tengah meminta agar seluruh masyarakat di delapan kabupaten (Nabire khususnya) agar tetap tenang dan tetap menjaga Kamtibmas.
Dikutip dari sebuah video statemen yang dibagikan di Grup WhatsApp, Ketua BMA Provinsi Papua Tengah, Melkisedek Rumawi, Minggu (5/4/26), menghimbau kepada masyarakat adat, di delapan kabupaten yang berada di Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
“Kepada masyarakat semua, apa pun yang terjadi, dari kelembagaan-kelembagaan yang tidak berjalan yang baik, pemerintahan tidak berjalan yang baik, kepala suku kami, tokoh-tokoh adat kami yang belum bekerja semaksimal mungkin, dalam bulan suci ini kami mohon maaf dan meminta dukungan masyarakat terus, memberi kritik-kritik untuk membangun,” ujarnya.
"Kami harap masyarakat tetap tenang, kita menjaga Papua Tengah dengan damai. Apa pun masalahnya, ada pihak kepolisian, ada TNI, mari kita datang menyampaikan secara baik," tambahnya.
Ia juga menambahkan, kalau itu persoalan yang bisa disampaikan kepada pemerintah daerah, provinsi ataupun kabupaten, ataupun kepada DPRP, DPRK, ataupun MRP.
“Kantor kita terbuka kepada saudara-saudara yang mau menyampaikan aspirasi secara baik. Tidak perlu kakuh, demokrasi ini negara sangat menjamin kepada masyarakat. Menyampaikan aspirasi, salurkan secara baik dan damai,” tambahnya.
Tidak perlu dengan paksaan, kekerasan, dengan membuat daerah ini tidak nyaman, tidak damai, perekonomian terganggu. Anak-anak sekolah, orang yang mau beribadah, masyarakat yang harus ke pasar, mau jualan, ini aktivitas terganggu, kita sangat berdosa.
"Mari kita orang Papua bersatu untuk bangun Papua. Kritik itu biasa, kita harus bisa menerima. Kita tidak bilang kita ini sempurna,” imbuh Melkisedek.
Lanjut, MRP belum bekerja, masyarakat belum bekerja juga sebagai tokoh adat, belum sebaik mungkin. “Pelayanan-pelayanan belum sebaik mungkin. Karena ini provinsi baru, yang kita baru buat, kita baru laksanakan dan kita baru kerja, baru 2 tahun lebih di provinsi Papua Tengah. Sehingga kekurangan-kekurangan itu mari kita perbaiki. Kritik itu biasa, tidak boleh kita saling menyalakan. Terima kasih, Tuhan berkati kita di hari Paskah ini,” katanya.
Semoga ada damai untuk Provinsi Papua Tengah, khususnya Kabupaten Nabire, masyarakat yang hidup damai dan tentram, saling menyayangi, saling menghargai. “Tuhan berkati kita semua, sukses untuk kita semua, untuk Indonesia,” tandasnya.(rob)
Bagikan artikel ini



