Kerukunan K3 Akan Mucab di Nabire
NABIRE – Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) atau Sulawesi Utara di Nabire akan melasanakan Musyawarah Cabang (Mucab), guna memilih ketua
Bagikan
NABIRE – Kerukunan Keluarga Kawanua (K3) atau Sulawesi Utara di Nabire akan melasanakan Musyawarah Cabang (Mucab), guna memilih ketua dan pengurus serta membahas program kerja lima tahun ke depan. Akan tetapi, sebelum pelaksanaannya pada 28 Februaari mendatang, panitia terlebih dahulu membahas dan mematangkan persiapan pelaksanaannya melalui pra Mucab. Ketua panitia, Pdt. Dony Runturanbi mengatakan, tujuan pelaksanaan pra Mucab adalah guna mematangkan poin–poin yang akan disidangkan dalam Mucab nanti. Seperti pemilihan ketua kerukunan K3 dan program kerja. Sehingga, melalui pra Mucab sudah dibahas agar saat pelaksanaan mucab nanti, hal–hal yang berhubungan dengan pelaksanaan tidak memakan waktu lama. “Jadi rencananya satu hari saja pelaksanaannya dan dimatangkan persiapan Mucabnya sekarang,” terang Pdt Dony, di Nabire, Kamis (20/2). Dikatakan, Sulawesi Utara memiliki sembilan etnis atau suku. Hanya saja, di Nabire terdapat lima suku (istilah di Nabire Sub Rukun). Diantaranya adalah Toulour, Tontemboan, Tombulu, Tonsea dan Tombatu. Ditambah dengan dua rukun kampung yakni, Smonder, Taratara dan langi. Sementara, untuk jumlah jiwa keseluruhan K3 di Nabire kurang lebih sebanyak 500 lebih. Namun karena berhubungan dengan data sehingga perlu diteliti dan didata ulang, nantinya setelah pemilihan ketua dan pengurus. “Karena banyak juga dari anggota K3 yang belum terdaftar dan melaporkan ke pengurus. Jadi kerinduan kami melalui Mucab, para keluarga K3 bisa tau dan tergabung di kerukunan,” kata Pdt Dony. Pdt. Dony Runturanbi, kerukunan atau paguyuban etnis di satu daerah rantau sangat penting. Sebab sebagainmakluk social, manusia saling membutuhkan dan perlu berbaur dengan suku lain dan tidak dengan maksud untuk memetak-metakan. Kata ia, pentingnya keberadaan paguyunan menurut sangat penting sebab lebih banyak bergerak di bidang social kemasyarakatan. Contohnya ada pengalaman, bahwa ada penumpang kapal orang Manado dari serui menuju Manado. Akan tetapi dalam perjalanan serui Nabire meninggal. dan sesuai aturan kapal harus diturunkan setelah ada pelabuhan singgah pertama. Dan ketika di turunkan tidak ada keluarga. Dan ketika di RS, seorang yang mengantar tidak tau harus berbuat apa. Maka dicari taulah kerukunan di Nabire. Dan setelah itu, kerukunan mengambil ahli untuk mengurus hingga memakamkan jenasah. “Nah, disinilah saya bilang paguyuban atau kerukunan di satu daerah itu sangatlah penting. Ini bau satu contoh saja kenapa penting,” tandasnya. (pas)
Bagikan artikel ini



