NABIRE - Kepala sekolah SMA Negeri 3 Nabire, Titis Sulistyowati, S.Pd.,M.Si, mengakui pada awalnya dirinya tidak mengetahui adanya rencana penolakan program Makan Bergizi Gratis (MBG), namun pada Kamis (13/2/2025) dipanggil selaku kepala sekolah bersama beberpa orang kepala sekolah barulah diketahui adanya rencana demo yang dilakukan para pelajar.

Dan setelah mengetahui hal ini, dirinya tidak tinggal diam dan besoknya Jumat, 14 Februari 2025, pada saat apel gabungan seluruh siswa/siswi selaku kepala sekolah meminta agar murid SMAN 3 Nabire tidak mengambil bagian pada kegiatan demo pelajar sesuai edaran yang sedang disebarkan.

Untuk itu, selaku kepala sekolah dalam arahannya meminta agar ada masalah apa yang ada maupun didengar oleh anak-anak, tolong langsung disampaikan kepada kepala sekolah, wakil kepala sekolah dan juga wali-wali kelas selaku orang tua terdekat anak-anak di sekolah.

Dikatakan Kepsek SMAN 3 Nabire, kepada Papuapos Nabire, Senin (17/2/2025) ketika dihubungi via telepon menambahkan, diakuinya dan beberapa orang teman kepala sekolah belum tau adanya rencana demo penolakan program MBG. “Kami baru tau setelah ada di Polres dan polisi menyampaikan hal tersebut. Untuk itu, setelah mendengar hal ini pada Jumat, 14 Februari 2025 dalam apel gabungan bersama seluruh siswa/siswi SMAN 3 Nabire yang berjumlah 996 murid, saya minta agar jangan anak-anak ikut dalam aksi demo tersebut,” ujarnya.

Karena anak-anak punya tugas itu belajar, belajar dan belajar, bukan saja sampai di situ, selaku Kepsek meminta agar pada Jumat dan Sabtu, semua wali-wali kelas wajib melakukan absen di masing-masing kelas dan memastikan semua murid wajib mengikuti pelajaran dan kegiatan lain di luar kelas.(des)