NABIRE - Tokoh masyarakat yang juga mantan panglima Organisasi Papua Merdeka (OPM) di era tahun 1960-an hingga tahun 1975, Yulian Jap Marey mengatakan, Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan RI ke- 70 sebagai lahan kesejahteraan bagi orang Papua diatas tanah yang kaya raya sebagai anugerah dari Tuhan. Karena sebagai mantan Panglima OPM dikala itu, ingin membangun negara di dalam negara, namun hal itu dipikiran tidak mungkin, sehingga dirinya keluar dan ingin membangun kampung  yakni Kampung Nusantara Kimi dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), yang mana dalam Kampung Nusantara Kimi ada semua suku dan agama serta budaya dari kota Sabang hingga Merauke yang menjadi penduduk kampung ini.Secara pribadi merasa bangga bisa dapat merayakan HUT RI ke-70 tahun ini, yang diibaratkan dengan hidup manusia sejak lahir menjadi anak-anak dan menjadi remaja serta pemuda dan kini telah berumah tangga serta memasuki usia yang sudah tua, dengan demikian sudah cukup banyak pengalaman sehingga dapat membedakan mana yang benar dan mana yang salah.Demikian dikatakan Jap Marey kepada Papuapos Nabire Rabu (12/8) di kediamannya, seraya menambahkan, dengan usia NKRI yang ke-70 tahun 2015 ini, maka diharapkan masyarakat Nabire harus hidup bersatu dengan harapan harus membangun diri, keluarga dan membangun masyarakat yang lebih luas menuju Papua Bangkit, Mandiri dan Sejahtera.Karena, lanjutnya, pengalaman mengajarkan dirinya semenjak anak-anak hingga saat ini, orang Papua itu tidak miskin, tetapi hanya kita malas bekerja mengelola dan memanfaatkan apa yang Tuhan sudah berikan diatas tanah kita, sehingga kita miskin ibarat Eden yang telah hilang dari mata kita, sementara tanah dan kekayaan kita tinggal begitu saja tanpa sentuhan tangan.Untuk itu, lewat peringatan dan perayaan HUT RI ke70 tahun ini, marilah kita artikan kemerdekaan sebagai lahan kesejahteraan bagi kita orang Papua di atas tanah yang kaya raya. Tanah Papua telah diberkati Tuhan dengan segala macam Sumber Daya Alam (SDA) dan apa yang ada diatas tanah Papua belum tentu ada di daerah lain diluar Papua. (des)