NABIRE – Keluarga Yamban memalang Kantor Bank Papua Cabang Nabire, Senin (19/6/23) kemarin. Pemalangan dilakukan pihak keluarga yang menuntut pembayaran atas lokasi dimana Kantor Bank Papua Cabang Nabire ini dibangun. Keluarga Yamban memalang kantor dengan harapan persoalan pembayaran lokasi itu bisa segera direalisasikan.

Pantauan media ini di lapangan, terlihat dua pintu gerbang di depan kantor Bank Papua Cabang Nabire, ditutup pihak pemalang. Sontak aktivitas pelayanan sempat tidak bisa berjalan seperti hari-hari biasanya.

Pihak keluarga Yamban melalui Herlina Yamban mengatakan, pihak keluarga sudah menunggu selama 15 tahun sampai saat ini belum ada penyelesaian ke keluarga. Kata Herlina Yamban, 15 tahun itu waktu yang panjang sementara pihak bank telah menggunakan lokasi sementara pihaknya tidak pernah mendatangi pihak bank untuk mengeluh dan lain-lain.

“Dari pihak bank macam menutup mata melihat hal ini. Hanya selalu dengan mediasi berulang kali dan terus menerus sehingga keluarga marah dan kami sepakat untuk hari ini kami keluarga Yamban palang kantor Bank Papua dan kami sudah tidak butuh mediasi lagi. Karena sudah cukup lama kami

bersabar tapi tidak ada informasi selanjutnya untuk kami keluarga Yamban jadi hari ini kami keluarga besar palang kantor Bank Papua,” tuturnya.

Ditambahkan Sem Yamban kepada media ini, bukan baru kali ini pihaknya membuat pemalangan. Sudah beberapa kali pihaknya membuat pemalangan dari awal pembangunan Bank Papua dan berikut mediasi sudah dilakukan oleh pihak bank dan pihaknya sudah menyurati ketingkat pemerintah daerah yaitu Dinas Pertanahan, Kejaksaan, Polres hingga ke DPR dan Bank Papua kantor pusat di Jayapura.

“Kami sudah menyurati mereka dan sampai hari ini juga belum ada tanggapan dari pihak Bank Papua, makanya kami merasa kecewa. Selama ini memang belum ada panggilan kepada kami keluarga dan mereka seakan-akan tidak mau tahu dengan hal itu, sampai hari ini terjadi,” ujarnya.

Mensikapi terjadinya pemalangan, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos, M.Si terlihat turun langsung ke tempat pemalangan. Kehadiran Bupati Mesak juga sempat melakukan negosiasi dengan keluarga Yamban agar palang bisa dibuka agar pihak Bank Papua bisa kerja malayani masyarakat. Selanjutnya palang dibuka untuk kelancaran Bank Papua demi melayani masyarakat. (rob)