NABIRE - Dengan adanya penyusutan tenaga guru kontrak di Nabire, kini tersisa 84 orang yang masih setia melaksanakan tugas di daerah Tertinggal, Terluar dan Terpencil (daerah 3T, red). Sementara pada awalnya tenaga guru kontrak berjumlah 135 orang. Namun dengan adanya tes guru P3K dan tes CPNS formasi 2018 lalu dan ada yang lulus di dua kegiatan tes ini, maka guru kontrak tersisa 84 orang.

Sehingga untuk kedepannya Kabupaten Nabire membutuhkan tambahan tenaga guru kontrak sebanyak 130 hingga 150 guru kontrak guna menjawab kebutuhan tenaga guru di daerah 3 T.

“Sesungguhnya yang normal kita di Nabire butuh tenaga guru kontrak sebanyak 200 hingga 300 orang tenaga guru kontrak untuk menjawab kebutuhan 41 sekolah SD di 8 Distrik,” kata Kepala Bidang Guru Dan Tenaga Kependidikan (GTK) Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Mesak Mofu, S.Pd, M.Pd kepada Papuapos Nabire, Kamis (13/1/22) seraya menambahkan, 84 guru kontrak yang ada sesungguhnya belum cukup.

Kata dia, perhitungan kekurangan tenaga guru kontrak ini baru untuk 41 SD di 8 distrik. Sementara untuk Distrik Dipa dan Distrik Menou belum dihitung. Jika dua distrik ini dihitung lagi pasti biaya cukup besar.

Sehingga untuk tahun 2023 mendatang akan diusulkan penambahan tenaga guru kontrak. Agar menjawab kebutuhan tenaga guru di semua distrik yang hingga kini belum terisi ful.

Untuk itu selaku Kabid GTK pada Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire terus melakukan perhitungan kebutuhan tenaga guru kontrak yang pas dan pasti. Agar bisa menjawab kekurangan guru di 41 SD pada 8 distrik.(des)