Keberhasilan Sejati Tak Diukur Gelar, dari Manfaat Bagi Sesama

NABIRE - Pada kegiatan Yudisium 49 mahasiswa/mahasiswi Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire, berlansung pada Rabu (14/10/2025) Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Uswim Nabire, Martinus Tekege, S.Pd., MT, dalam sambutannya mengatakan, keberhasilan menjadi guru sejati tidak diukur dari gelar yang disandang, tetapi dari manfaat yang dapat diberikan kepada sesama.
Untuk itu, kepada 49 mahasiswa dari FKIP diminta terus belajar dan belajar di manapun kelak mengabdi dan selalu harus berinovasi demi kemajuan pendidikan serta masa depan generasi muda bangsa yang ada di 8 kabupaten di wilayah Provinsi Papua Tengah, sehingga jadilah guru yang literat, reflektif dan menginspirasi dan bukalah diri terhadap pengetahuan global agar menjadi jembatan kemajuan anak-anak Papua.
Karena di FKIP Uswim Nabire sebagai rumah kependidikan, menetapkan tempat untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang prioritas pada pelatihan calon guru professional melalui modul pembelajaran kontektual. Di mana modul yang mengintregrasikan kearifan lokal, pendidikan karakter serta pendekatan yang relevan dengan kehidupan masyarakat Papua.
Ingat kemenangan dalam bidang olah raga, mungkin meninggalkan piala dan medali, namun kemenangan pada pendidikan akan melahirkan investasi generasi emas Papua yang berilmu dan berkarakter yang lebih baik, karena pendidikan bukan hanya menambah pengetahuan, tetapi juga menyalakan harapan masa depan bagi seluruh masyarakat.
Untuk itu, kepada 49 calon guru yang mengikuti yudisium dan tak lama lagi akan mengikuti wisuda dimohon agar selalu berusaha memahami konsep dasar kurikulum pedagogi, diferensi asih, literasi, numerasi dan asesmen sebagai dasar untuk memberantas buta aksara dan memperkuat kompetensi belajar siswa.
Sehingga sebagai calon guru harus kreatif, inovatif dan kritis, namun tetap berpijak pada nilai sosial dan budaya Papua. Untuk itu, 49 mahasiswa yudisium FKIP Uswim Nabire harus ingat, ilmu tanpa amal, ibarat pohon tanpa buah, maka tugas calon seorang guru adalah dapat menumbuhkan buah pengetahuan dalam diri peserta didik serta menjadikan mereka generasi yang berpikir kritis, kreatif dan berkarakter.
Karena yudisium bukan sekedar kegiatan seremonial akademik, melainkan yudisium merupakan momentum untuk meneguhkan tekad bahwa ilmu pengetahuan yang telah diperoleh hendaknya menjadi pelita yang menerangi jalan pengabdian bagi sesame. Setiap tetes keringat dan tantangan yang dilalui selama di Kampus Uswim merupakan bagian dari proses pembentukan diri menjadi pendidik sejati.(des)
Bagikan artikel ini



