Kebakaran Hebat Landa Kompleks Nelayan Smoker, 19 Rumah Ludes Dilalap Api

NABIRE - Kobaran api menghanguskan 19 rumah di kawasan permukiman padat nelayan, Kompleks Smoker Pantai (Pasar Ikan Lama), Jalan Yan Mamoribo, Kelurahan Siriwini, Kamis (28/8/2025). Satu warga dilaporkan mengalami luka-luka setelah tertimpa balok kayu saat berupaya menyelamatkan sepeda motornya dari amukan si jago merah.

Keterangan dugaan sementara dari salah warga Ny. Suryani penyebab kebakaran berasal dari korsleting listrik, dirinya menduga, percikan api akibat korsleting dengan cepat membesar dan menjalar ke rumah-rumah kayu di kompleks yang sangat padat itu. "Tidak ada aktivitas masak-memasak di dapur saat kejadian," tegas Suryani, salah satu pemilik rumah yang menjadi korban.
Adapun kronologi dan upaya pemadaman, kebakaran pertama kali dilaporkan oleh Mohammad Ghozali, warga Karadiri, pada pukul 09.14 WIT. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) Pemprov Papua Tengah yang dipimpin, Drs. Nicolas A.S. Wambrauw (Kabid Gulkarmat) tiba di lokasi sepuluh menit kemudian, pukul 09.24 WIT dan langsung bergerak memadamkan api.

Medan yang sulit dan kepadatan permukiman memperlambat upaya pemadaman. Api baru berhasil sepenuhnya dikendalikan setelah lebih dari tiga jam perjuangan, tepatnya pukul 12.42 WIT.
Pada kebakaran tersebut tim Damkar mengerahkan 34 personel dengan 2 unit mobil pemadam berkapasitas 5.000 dan 10.000 liter. Untuk mengatasi kobaran api yang ganas, proses pengisian ulang air dilakukan sebanyak 8 kali (5 kali untuk tangki 5.000 liter dan 3 kali untuk tangki 10.000 liter).
Berikut daftar nama 19 korban berdasarkan laporan resmi Damkar Papua Tengah:
- La Eda
- Ny. Herlina
- Ny. Suryani
- Sacnal
- Bpk Lutter
- Bpk Sattu
- Saipul (Ipul)
- Hj. Ira
- Markus Mandosir
- Ihan
- Rizky Ondong
- Dion
- Rizka
- Sampara
- Duddi
- Mas Gunawan
- Maria
- Yusran
- Rusli
Dua rumah tambahan milik Mas Sirani dan Servirati juga mengalami kerusakan. Sebagian besar korban merupakan nelayan dan pedagang di Pasar Ikan lama setempat.

Petugas gabungan dari Polisi Pamong Praja (Alfred dan Fernando) serta pegawai lainnya turun tangan membantu proses evakuasi warga dan barang berharga. Berdasarkan laporan petugas di lokasi, tidak ada korban jiwa dalam insiden tragis ini. Satu-satunya korban luka-luka saat ini masih mendapatkan perawatan.(pal/joseph)
Bagikan artikel ini



