Kasus Covid-19 Nabire Terupdate 36 ODP
NABIRE - Data kasus yang ditemukan dan tercatat di tim gugus tugas penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Nabire terb
Bagikan
NABIRE - Data kasus yang ditemukan dan tercatat di tim gugus tugas penanggulangan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Kabupaten Nabire terbaru (terupdate) menjadi 36 Orang Dalam Pemantauan (ODP), sedangkan untuk PDP masih tetap 1 orang. Data dan informasi yang diterima media ini per Rabu, 15 April 2020 pukul 17.00 WIT atau waktu Papua, dinyatakan terjadi perubahan untuk data orang dalam pemantauan (ODP), sementara untuk Pasien Dalam Pengawasan tidak berubah. Artinya mengalami penambahan sekitar 7 kasus dari jumlah sebelumnya 29 ODP. Dilansir media online, Jubir Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori menjelaskan, data hari ini (kemarin, red) jumlah ODP meningkat menjadi 36 orang. Dari 36 ODP tersebut, 25 orang berada di Distrik Nabire, 4 orang berada di Distrik Teluk Kimi, 3 orang berada di Distrik Makimi, 1 orang berada di Distrik Nabire Barat dan 3 orang berada di Distrik Wanggar. Sementara untuk 1 orang PDP, berasal dari Distrik Nabire. *Hasil Pemeriksaan PDP dan ODP Dikirim ke Jayapura Hasil pemeriksaan Swab Test (PCR/Polymerase Chain Reaction) terhadap ODP dan PDP dari Nabire, telah diberangkatkan ke Jayapura menggunakan pesawat, Rabu siang (15/04) sekitar pukul 12.00 WP. Hal itu dibenarkan Juru Bicara Gugus Tugas Covid-19 Nabire, Frans Sayori. Dijelaskan Jubir Covid-19 Nabire, hasil pemeriksaan yang dikirim ke Jayapura sebanyak 4 buah, masing-masing hasil pemeriksaan untuk 1 pasien dalam pengawasan dan 3 pemeriksaan untuk orang dalam pemantauan. “Iya benar, jadi ODP ada 3 dan PDP 1 yang diberangkatkan,” kata Frans Sayori seperti dikutip dari media online Nabire.net kemarin, yang juga menyebutkan hasil pemeriksaan tersebut nantinya akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Provinsi Papua untuk diperiksa. “Hasil pemeriksaan swap bisa diketahui 3 sampai 4 hari, tapi itu juga tergantung jumlah swab yang diperiksa oleh Labkesda Papua, karena Labkesda Papua juga memeriksa hasil swap dari kabupaten lain di Papua,” ujarnya. Ditegaskan Sayori, jika setelah pemeriksaan di Labkesda Provinsi Papua hasilnya negatif, maka dinyatakan sehat. Dan selama ini masyarakat beranggapan Rapid Test bisa menentukan positif negatifnya Covid-19, namun hal itu keliru karena Rapid Test itu baru screening awal. Untuk menentukan positif negatifnya perlu melalui pengambilan swap.(wan/ist)
Bagikan artikel ini



