NABIRE - Kantor Pos Nabire menemukan data abu-abu dari daftar nama-nama calon penerima Jaminan Hidup (Jadup) yang disiapkan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai kepada pelajar dan mahasiswa asal Dogiyai yang tersebar di beberapa kota studi, termasuk Nabire.

Dari 1.800 lebih calon penerima Jadup yang diserahkan kepada Kantor Pos untuk diverifikasi, terdapat sejumlah data abu-abu didalamnya.

Kepala Kantor Pos Nabire, Dedi Siahaan di ruang kerjanya, Rabu (17/6) mengungkapkan, sepekan lalu, Pemkab Dogiyai telah menyerahkan 1.800 lebih penerima bantuan dari pemerintah selama masa pandemi Covid-19 (Corona Virus Disease 2019).

Kantor Pos telah melakukan klenting (sortir) data calon penerima berdasarkan alamat kota studi selama sepekan.

Ternyata, di dalamnya terdapat data abu-abu berupa ada nama calon penerima tanpa mencantumkan nama sekolah/perguruan tinggi, nama ganda dan adanya nama mahasiswa yang tidak aktif. 

Dedi mengungkap, Kantor Pos juga bingung dengan verifikasi data calon penerima Jadup yang abu-abu, terutama nama calon penerima tanpa mencantukan nama sekolah atau perguruan tinggi.

Sedangkan untuk nama ganda dan aktif tidaknya pelajar di sekolah dan mahasiswa di perguruan tinggi, PT Pos menjalin kerjasama dengan sekolah/perguruan tinggi yang bersangkutan berdasarkan nama sekolah dan perguruan tinggi yang dicantumkan Pemkab Dogiyai.

Kepala Kantor Pos menambahkan, terdapatnya nama ganda dan mahasiswa yang tidak aktif di dalam daftar calon penerima Jadup ditemukan saat memverifikasi data mahasiswa asal Dogiyai di Universitas Satya Wiyata Mandala (Uswim) Nabire.

Sesuai data yang dikeluarkan oleh Pemkab Dogiyai, Dedi menjelaskan, calon penerima Jadup dari Dogiyai untuk mahasiswa/i di Uswim sebanyak 150 orang.

Dari jumlah tersebut, ternyata hanya 64 mahasiswa/i yang memiliki rekenng di bank.

Dari 64 mahasiswa tersebut, hanya rekening miliki 49 mahasiswa/i yang masih aktif, sehingga bantuan Pemkab Dogiyai kepada pelajar mahasiswa selama pandemi Covid, sudah disalurkan kepada mahasiswa yang bersangkutan.

Sedangkan 15 mahasiswa/i yang rekeningnya tidak aktif, bantuan Jadup akan disalurkan setelah rekeningnya aktif atau membuka rekening baru.

Sedangkan bagi mahasiswa/i asal Kabupaten Dogiyai di Nabire, kata Dedi, Kantor Pos akan menyalurkan bantuannya setelah menunjukkan surat keterangan masih aktif dari kampus dan rekening bank atas nama yang bersangkutan.

Kepala Kantor Pos Nabire mengatakan pihaknya sudah mensosialisasikan hal ini melalui pengumuman di kantor sejak pekan lalu.

Oleh sebab itu, jika ada mahasiswa Uswim ke kantor Pos Nabire dengan membawa surat keterangan aktif dan menunjukkan rekening, Kantor Pos akan menyalurkan dana Jadup melalui rekeningnya.

Kalau tidak punya rekening, Kantor Pos juga akan melayani pembuatan rekening di Kantor Pos.

Dedi menambahkan, selain mahasiswa/i Uswim, Kantor Pos Nabire juga menyalurkan bantuan Jadup kepada mahasiswa Sekolah Tinggi Teologia (STT) Walter Pos Nabire.

Di perguruan tinggi, Pemkab Dogiyai mencantumkan 7 orang calon penerima Jadup, setelah diverifikasi ternyata dua orang tidak aktif sehingga Kantor Pos Nabire hanya menyalurkan Jadup kepada 5 orang mahasiswa yang aktif.     

Sedangkan calon penerima Jadup Dogiyai diluar Kabupaten Nabire, Dedi mengatakan Kantor Pos Nabire sudah melakukan koordinasi dengan Kantor Pos seluruh Indonesia untuk mengecek langsung ke sekolah dan perguruan tinggi sesuai nama calon penerima Jadup dan sekolah/perguruan tinggi.

PT Pos menjalin kerjasama dengan sekolah/perguruan tinggi untuk membuktikan calon penerima aktif atau tidak.

Kepala Kantor Pos mengapresiasi Bupati Dogiyai, Yakubus Dumupa.

Karena, bupati langsung ‘turun’ koordinasi dengan Kantor Pos Nabire mengecek langsung kendala yang dihadapi dan mencari solusinya.

Bupati Dogiyai punya niat yang baik untuk membantu pelajar dan mahasiswa/i asal Dogiyai selama pandemi corona.

“Minggu kemarin, pak Bupati datang di kantor untuk mengecek langsung,” ungkap Dedi. 

Dedi mengungkap, sejak diterimanya data pelajar mahasiswa/i calon penerima Jadup dari Dogiyai, Kantor Pos telah menyalurkan dana Jadup kepada 49 mahasiswa Uswim Nabire, 5 mahasiswa STT Wolter Post, 1 mahasiswa Universitas Terbuka (UT) dan 23 mahasiswa progam Magister (S2) di kota study Yogyakarta.(ans)