DOGIYAI – Menyadari terus bertambahnya populasi pengidap HIV/AIDS, maka pengetahuan dan menyerbarluasan informasi akan bahaya HIV/AIDS adalah sangat penting, dan terus dilakukan di Tanah Papua. Sebab tidak ada satu pun daerah yang penduduknya tidak mengidap HIV/AIDS.   Demikian dikatakan Dr. Gunawan Inkokusumo, ketua tim kampanye HIV AIDS, ketika menggelar pertemuan advokasi dalam rangka kampanye HIV/AIDS tahun 2013 di Kabupaten Dogiyai, belum lama ini.  Menyadari masalah yang dihadapi dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV dan AIDS di Indonesia, serta laporan dari setiap daerah menunjukkan bahwa tidak satupun daerah di Provinsi Papua yang luput dari kasus HIV/AIDS. Sehingga Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Papua telah berkomitmen menyebarkan pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV dan AIDS kepada seluruh masyarakat Provinsi Papua. Dengan menggelar pertemuan advokasi dalam rangka kampanye HIV/AIDS tahun 2013. Untuk kampanye edukasi bersama lintas sektor terkait, dan pihak-pihak yang perduli, mulai tahun 2013 sampai dengan 2014 mendatang. “Kampanye ini dilaksanakan dimana saja kita berada dengan cara menggalang komitmen diantara sesama kita, antar pemerintah daerah di Papua dengan menyiapkan materi edukasi dan informasi yang akan digunakan dalam kampanye edukasi kepada masyarakat kita di Papua ini,” katanya. Maksudnya, apabila penyampaian informasi dan edukasi bahaya HIV/AIDS terus menerus, berarti dapat menekan laju pertumbuhan peringkat pengidap HIV/AIDS yang kian bertambah di Tanah Papua. Selain itu, tujuan dari sasaran penyampaian dan edukasi ini dapat dilakukan secara benar dan komprehensif tentang HIV/AIDS kepada kaum muda mudi karena pada usia produktif ini lebih banyak yang mengidap penyakit menular seksual ini. Apabila kita menyampaikan informasi/pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV/AIDS berarti dapat mendukung mereka dalam upaya mereka membangun jati dirinya sebagai pribadi yang berpikiran maju, memiliki pendirian yang teguh, dan mengetahui tentang hal benar bagi dirinya, keluarganya dan bangsanya.  Dirinya berharap, menyampaikan informasi/pengetahuan yang benar dan komprehensif tentang HIV/AIDS di setiap tempat yang kita tinggal atau bekerja, seperti di sekolah, gereja, arisan, atau organisasi kemasyarakatan.  Menurutnya, kegiatan kampanye HIV/AIDS ini sangat penting untuk dilakukan agar kesadaran akan bahaya HIV/AIDS terus tertanam dalam diri pribadinya. Sementara itu, Wakil Ketua I Komisi Penanggulangan HIV/AIDS Kabupaten Dogiyai, Drs. Fabianus Yobee, menjelaskan, jumlah pengidap HIV/AIDS di Kabupaten Dogiyai telah tercatat 29 orang. Dirinya sangat prihatin karena virus ini telah menyebar di Kabupaten Dogiyai. Dimana-mana sudah ada, ibarat gunung es yang diketahui hanyalah yang muncul di permukaan saja serta sulit terdeteksi secara dini.  Lantaran pada umumnya masyarakat enggan memeriksakan dirinya ke Puskesmas atau rumah sakit. ”Masyarakat kita masih enggan memeriksakan kesehatan dirinya ke rumah sakit atau Puskesmas sehingga sulit untuk mengetahui apakah seseorang itu terjangkit HIV AIDS atau tidak. Biasanya, yang tertular pertama adalah laki-laki atau suami. Bila ada anak yang lahir terkena HIV berarti ibunya sudah pasti kena dan kalau ibunya kena berarti berasal dari suaminya,”ujarnya. Sementara itu, Tim Kerja KPAD Kabupaten Dogiyai Baru dilantik Kemarin maka selama ini tidak pernah ada pembangian kerja dengan memprogramkan sejumlah kegiatan untuk menekan virus ini di Kabupaten Dogiyai,  “Masyarakat Dogiyai tidak mengetahui Kondom, atau alat kontrasepsi untuk melindungi diri dari bahaya terjangkitnya HIV/ AIDS  ini masih sangat rendah, sehingga terbentuknya tim kerja KPAD Kabupaten Dogiyai ini, maka akan terus diupayakan,” Terang Yobee.(Herman Anouw)