NABIRE - Kepala Kampung (Kakam) Kalisemen, Sudiro, memberikan keterangan terkait rencana pembangunan fisik dan alokasi dana desa di wilayahnya. Saat ditemui usai upacara HUT RI pada Minggu (17/8/2025), Sudiro menjelaskan bahwa alokasi dana tahun ini difokuskan pada proyek-proyek yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat, meskipun ia mengakui ada beberapa penyesuaian anggaran yang signifikan.

Tahap pertama pembangunan akan dimulai di tahun 2025 dengan pengecoran jalan sepanjang 150 meter. Proyek ini berlokasi di Jalur 6, tepatnya di RT 20, yang merupakan area padat penduduk. 

Menurut Sudiro, ini adalah salah satu prioritas utama karena jalurnya sering dilalui warga dan sangat membutuhkan perbaikan untuk kelancaran aktivitas sehari-hari.

Selain pengecoran, akan ada penimbunan jembatan di area belakang kampung, yaitu di RT 17 dan RT 21. Proyek lain yang tak kalah penting adalah penimbunan jalan di RT 30. 

Sudiro menyoroti pentingnya proyek ini untuk membuka akses baru bagi warga di sekitar, sehingga mereka tidak perlu menempuh jalur yang lebih jauh.

Sudiro juga mengungkapkan adanya perubahan dalam penyaluran dana desa, terutama terkait bantuan tunai untuk masyarakat. Skema pembayaran tunai kini ditiadakan dan semua bantuan masuk langsung ke rekening masing-masing penerima. 

Menurut Sudiro, kebijakan ini lebih efektif dan mempermudah proses. Ia juga menyoroti pemangkasan dana untuk program kemiskinan ekstrem yang sebelumnya disalurkan melalui dana desa. Tahun ini, jumlah penerima program tersebut berkurang drastis, dari 82 orang menjadi hanya 52 orang. Sudiro menjelaskan, penurunan ini didasarkan pada kebijakan pemerintah pusat yang menilai desa maju harus memiliki angka kemiskinan yang menurun. Meskipun memahami kebijakan tersebut, ia merasa khawatir dengan nasib warga Lansia yang terdampak.

Mengenai harapan ke depan, Sudiro ingin melihat pembangunan infrastruktur terus berlanjut di Kalisemen. Ia berharap agar jalan-jalan yang dibangun dapat memberikan kelancaran aktivitas bagi masyarakat, sehingga tidak ada lagi kendala dalam mobilisasi.

Sudiro tidak dapat merinci total dana desa yang diterima, namun ia memperkirakan jumlahnya sekitar Rp2,6 miliar. Ia menambahkan bahwa sebagian besar anggaran tahun ini terserap untuk keperluan lain, sehingga alokasi untuk pembangunan fisik menjadi lebih kecil dari yang diharapkan.

Namun demikian, Sudiro optimistis bahwa proyek-proyek yang telah direncanakan akan membawa dampak positif bagi warga. Pembangunan jalan dan jembatan diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup dan mempermudah akses bagi seluruh masyarakat Kampung Kalisemen.(sam)