Kadisdukcapil Akui Banyak Data Peserta UAS Harus Disinkronkan
NABIRE - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd, mengakui banyak data peserta Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun pelajaran 20124/2025 dari murid SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK yang harus disinkronkan dari data Dapodik sekolah dan data Dapodik Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.

NABIRE - Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Kadisdukcapil) Kabupaten Nabire, Yulianus Pasang, S.Pd.,M.Pd, mengakui banyak data peserta Ujian Akhir Sekolah (UAS) tahun pelajaran 20124/2025 dari murid SD/MI, SMP/MTs dan SMA/SMK yang harus disinkronkan dari data Dapodik sekolah dan data Dapodik Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.
Dan Kadisdukcapil Nabire juga mengakui data peserta UAS mulai dari tingkat SD hingga SMA/SMK juga tidak falid dengan dana Dukcapil Kabupaten Nabire, sehingga selama tiga pekan ini dirinya bersama staf melakukan perbaikan data para peserta UAS dan lebih dikhususkan pada Sabtu semua staf Disdukcapil kerja bakti untuk memperbaiki data murid SD/MI, SMP/MI dan SMA serta SMK.
Untuk itu, setelah melakukan perbaikan yang dilakukan selama tiga pekan, semua telah dikembalikan kepada peserta didik dan juga kepada orang tua murid dengan harapan anak atau para murid SD/MI dan juga siswa/siswi SMP/MTs maupun SMA dan SMK yang dinyatakan lulus pada akhir tahun pelajaran 2024/2025 tidak lagi mengalami hambatan soal data Dapodik.
Dikatakan Kadisdukcapil Nabire, Yulianus Pasang kepada Papuapos Nabire, Senin (19/5/2025), walaupun sejumlah data Dapodik telah disinkronkan, akan tetapi dinas Dukcapil terus membuka diri dan siap melayani para peserta didik, apabila ada data Dapodik yang belum disinkronkan.
Karena selaku mantan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire di beberapa tahun silam, dirinya mengetahui persis mulai akhir tahun pelajaran 2024/2025 ini, semua ijazah yang akan diterima peserta ujian harus sudah dalam bentuk E-ijazah, sehingga data Dapodik anak atau peserta ujian tidak ada yang salah huruf dan juga angka.
Sehingga dengan waktu tiga pekan yang lalu, dapat dipastikan semua data peserta ujian yang dianggap bermasalah atau belum falid telah diselesaikan dengan harapan tidak ada masalah, karena dinas Dukcapil telah menyinkronkan data dari yang tidak falid menjadi falid, dengan menyatuhkan data Dapodik sekolah dan data Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.(des)
Bagikan artikel ini



