NABIRE - Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Provinsi Papua Tengah, Alexander Gobay dalam memperkuat dunia usaha mengantisipasi konflik di Timur Tengah dan dampaknya terhadap stabilitas ekonomi.

Ketua Kadin Papua Tengah Alexander Gobay saat konferensi pers di ruang kerjanya, Selasa (10/3/26) mengatakan, hari ini 10 Maret 2026, Kadin Papua Tengah akan mengeluarkan pemberitahuan dan saran melalui konferensi pers, terkait dengan berbagai isu-isu global dalam hal ini perang antara Amerika Serikat Israel dan Iran.

Di mana, perang itu menimbulkan banyak hal yang justru akan mengganggu perekonomian di global maupun ekonomi di nasional sampai di Papua per 9 Maret tahun 2026 kemarin itu telah terjadi pemboman di Iran, di mana bom ini tepat pada posisi strategis dapur minyak dunia.

"Hal ini akan mengganggu kestabilan ekonomi di seluruh dunia, di tingkat Asia, nasional sampai di tingkat daerah," ujarnya.

Oleh karena itu, Kadin melihat hal ini sangat penting untuk dikeluarkan beberapa hal penyataan agar lebih pada kestabilan harga perdagangan, harga di seluruh industri di Papua Tengah, mulai10 Maret 2026 pagi tadi ada informasi dari Kementerian Keuangan, bahwa dengan kenaikan harga minyak ini justru akan berpengaruh pada anggaran APBN. Di mana dari dua sumber, yaitu MBG dengan infrastruktur itu akan dipangkas.

"Hal seperti justru akan mengganggu kestabilan ekonomi di Indonesia maupun di Papua, khususnya di Papua Tengah. Oleh karena itu Kadin melihat ini salah satu isu panas yang mesti harus kita bergerak cepat,” imbuhnya.

Alexander Gobay menambahkan, pihaknya juga akan mengundang para pelaku-pelaku ekonomi di Papua Tengah, para pelaku-pelaku usaha dari semua sektor, kemudian dinas-dinas terkait, kemudian UMKM-UMKM yang ada di sini, untuk bagaimana bersama-sama menjaga kestabilan harga di Papua Tengah dalam rangka memenuhi kebutuhan sandan pangan masyarakat di Papua Tengah.

Alexander juga menyampaikan, pelaku usaha bisnis di Papua Tengah, himpunan organisasi para pengusaha dengan dinas-dinas terkait, sama-sama menjaga kestabilan harga di Papua Tengah. 

“Pernyataan resmi ini menyikapi dinamika kenaikan harga minyak dunia yang berpotensi berdampak terhadap kenaikan harga BBM secara global, termasuk di Indonesia dan khususnya di wilayah Papua. Stabilitas dan aktivitas perdagangan dan ekonomi masyarakat harus tetap menjadi perhatian bersama,” pungkasnya.(rob)