NABIRE - Kini sudah sepantasnya pemerintah Kabupaten Induk Nabire segera memproses dan melaksanakan pemekaran bagi wilayah Kabupaten Nabire pesisir, yaitu Kabupaten Nabire Timur. Yang terdiri dari Distrik Makimi, Distrik Napan, Distrik Mora dan Distrik Wapoga, untuk menjadi kabupaten baru yang sama status administrasi pemerintahannya dengan beberapa kabupaten di daerah pegunungan yang sudah dimekarkan oleh pemerintah Kabupaten Induk Nabire pada beberapa tahun silam. Demikian seperti dikemukakan salah satu tokoh pemuda Nabire, Paulus N. Ayatanoi, kepada media ini. Pemekaran ini, lanjut Paulus Ayatanoi, mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) No. 78 tahun 2007 tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB), Undang-Undang Otonomi Khusus Propinsi Papua tahun 2001, Bab III, Pasal 3 Ayat 4, tentang Pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB). Maka dengan demikian, berbicara tentang pemekaran suatu daerah atau kebupaten adalah amanat besar yang harus dilaksanakan oleh pemerintah, baik pemerintah pusat, propinsi dan kabupaten. Demi pemerataan pembangunan bagi masyarakat di selurus bangsa ini sesuai dengan amanat UUD 1945, alinea ke 4 yang intinya, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan keadilan sosial. Tetapi juga sesuai dengan Pancasila sila ke-5, keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, yang terdapat di dalam butir 1 sampai butir 11.“Kami sangat memahami bahwa untuk memekarkan suatu daerah yang dapat berdiri sendiri status administrasinya, harus memenuhi beberapa aturan dan persyaratan yang telah tercantum di dalam Peraturan Pemerintah dan Undang-Undang yang sudah tertera dalam formulir isian data kelengkapan calon kabupaten baru,” tuturnya.Berbicara soal kesiapan, wilayah yang masuk dalam rencana pemekaran Kabupaten Nabire Timur telah memiliki sarana dan prasarana pendukung. Diantaranya, jumlah distrik sebanyak 4 distrik, jumlah kampung sebanyak 20 kampung, jumlah jiwa sebanyak 15.726 jiwa, jumlah wilayah keseluruhan 3516,96 Km persegi. Fasilitas pemerintahan yang sudah ada di wilayah ini, diantaranya, 4 kantor distrik, 15 kantor kepala kampung, 5 Puskesmas, 18 Pustu, 2 SMA Negeri, 2 SMK Negeri, 4 SMP Negeri, 20 SD, dan 2 Madrasyah.Fasilitas kantor-kantor Unit Pelayanan Pemerintah, masing-masing, 2 Polsek Induk (Polisi Sektor), 2 Polsek Pembantu (Pospol), 2 Koramil Induk, 2 Koramil Pembantu, Kantor Unit Pelayanan Perempuan (BKKBN), Kantor Unit Pertanian, Kantor Unit Peternakan, Kantor Unit Perikanan Laut dan Darat, Kantor Unit Perindustrian, Kantor Unit Pendapatan Daerah, Kantor Unit Koperasi, Kantor Dinas Pendidikan Pembantu, Kantor Klasis GKI Wilayah Nabire Timur.Fasilitas lembaga ekonomi sudah ada Kantor Kas Bank Papua, Kantor Kas Bank BRI. Usaha-usaha ekonomi sudah ada usaha perkiosan dan perbengkelan, usaha pertanian, usaha perikanan, laut dan darat, usaha peternakan, usaha hasil hutan, dan Kantor Kas/Koperasi Simpan Pinjam.Sarana penunjang ekonomi, 1 unit pelabuhan laut berkontraksi beton dan baja atau permanen terletak di Distrik Napan, fasilitas jalan raya beraspal yang masih layak dan menghubungkan distrik dan kabupaten induk, 2 unit pemancar Telkomsel di 2 distrik yaitu Distrik Makimi dan Distrik Napan, 1 unit SPBU di Distrik Makimi, 2 bangunan pasar permanen, terdapat di 2 distrik yaitu di Distrik Makimi dan Distrik Napan, unit pemasaran/ penjualan produk motor Honda.Sementara potensi sumber daya alam, terdiri dari, darat, hutan, sungai, gunung, dalam tanah, laut, dalam Laut, bawah laut, potensi wisata yang masih alami. Pada potensi Sumber Daya Manusia (SDM), belum didapatkan secara akurat karena tersebar di seluruh kota-kota di Propinsi Papua dan Propinsi Papua Barat bahkan di luar Papua. Tetapi secara garis besar potensi SDM dapat menjawab kebutuhan masyarakat dari segi pelayanan publik. Seperti pelayanan kesehatan, pelayanan pendidikan, pelayanan keamanan, pelayanan keagamaan, dan pelayanan pemerintah lainnya.Lanjut Ayatanoi, khususnya potensi SDM mulai dari tamatan SMP sampai perguruan tinggi ada di wilayah ini. Bahkan ada beberapa orang yang berasal dari 4 distrik ini mempunyai gelar pendidikan S2 dan S3 sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka. Untuk dapat diketahui, beberapa putra-putri terbaik dan sukses di dalam karir mereka (pemerintah, non pemerintah dan politik) pernah menjadi pemimpin atau pejabat di beberapa kabupaten/kota di Propinsi Papua dan Papua Barat. “Potensi-potensi SDM inilah yang menjadi kebanggaan kami. Dan kami merasa sangat perlu untuk mengangkat dan kembangkan menjadi suatu potensi yang utama untuk menjadi kabupaten sendiri,” tuturnya.Melihat kondisi fisik di lapangan, lanjut Ayatanoi, dirinya menilai sudah layak dan pantas untuk menjadi persyaratan suatu daerah yang harus dimekarkan menjadi suatu kabupaten sendiri. “Kami sebagai tim kerja Pemekaran Kabupaten Nabire Timur mengajak kepada semua warga masyarakat yang berasal usul dari keempat distrik ini, baik yang saat ini berdomisili di dalam keempat distrik, juga yang berada di Kota Nabire dan di luar Kota Nabire, mari kita bersama merenungkan dan memahami arti pentingnya pemekaran bagi masa depan hidup kita dan generasi penerus di belakang kita yang masih mencari ilmu di negeri seberang,” tuturnya.Pihaknya sebagai tim kerja sangat menyadari bahwa pemekaran itu merupakan suatu prestasi besar dan terbaik yang telah diraih oleh pemerintah kita melalui suatu perjuangan dan kerja keras yang telah dilakukan oleh para pemimpin-pemimpin kita terdahulu dan saat ini. Maka sebagai anak negri mari kita meneruskan apa yang telah dilakukan oleh para pendahulu kita sebagai suatu pengabdian yang mulia bagi masyarakat kita di daerah ini untuk mewujudkan masyarakat yang makmur dan sejahtera. “Kami sebagai tim kerja Kabupaten Pemekaran Nabire Timur menyampaikan kepada semua warga masyarakat bahwa tim kerja sedang bekerja ke arah melengkapi hal-hal yang menjadi persyaratan utama dari formulir isian data kelengkapan calon kabupaten baru. Kami sebagai tim kerja mengajak dan memohon kepada semua warga masyarakat yang berasal usul dari keempat distrik ini, juga kepada pihak-pihak lain yang mempunyai kepedulian untuk dapat berpartisipasi memberikan sumbangan pikiran dan ide-ide cemerlang yang berkaitan dengan maksud ini. Agar nantinya dapat bermanfaat bagi perjuangan ini demi masyarakat kita dan dapat mewujudkan impian dan harapan dari semua masyarakat di empat distrik ini untuk menjadi satu kabupaten sendiri menjadi kenyataan,” harapnya. (ist)