NABIRE - Ada tiga (3) poin penting yang diamanatkan Kepala Bidang Profesi dan Pengamanan (Kabid Propam) Polda Papua, Kombes Pol Bambang Sutoyo, dalam arahannya pada kegiatan apel pagi di Mapolres Nabire bagi personil yang diberangkatkan menuju Kabupaten Dogiyai dalam rangka Pengamanan (PAM) Pilkada Kabupaten Dogiyai, Jum’at (21/10) kemarin. Diungkapkan Kabid Propam, dirinya dan Wadir Lantas AKBP H. R. Situmeang diperintahkan Kapolda Papua datang di Polres Nabire sebagai Tim Asistensi untuk melihat dan mengevaluasi rencana-rencana langkah-langkah yang akan diambil dalam rangka persiapan pesta demokrasi Pilkada Kabupaten Dogiyai.Ada beberapa hal yang disampaikan Kombes Bambang Sutoyo dalam apel yang merupakan penekanan dari Kapolri, Wakapolri dan Kapolda Papua. Pertama, Pilkada merupakan pesta rakyat atau pesta demokrasi artinya bila dalam pesta yang menang akan bersenang-senang, sementara yang kalah mengambil jalan lain.“Rencanakan baik-baik. Nanti di TPS atau tempat-tempat yang telah ditunjuk untuk kita ditugaskan, harus tahu, harus paham apa yang seharusnya diperbuat, karena bila tidak tahu maka kita justru yang akan menjadi penghambat, kita yang akan disalahkan,” tuturnya.Ingat, paparnya, di era sekarang begitu cepatnya informasi, berita-berita kejadian di Nabire dan Dogiyai dalam sepuluh menit sudah sampai Jakarta. Bila kita berhasil itu biasa tetapi bila kita melakukan kesalahan maka akan menjadi bahan cemoohan, menjadi bulan-bulanan. Yang berbuat salah satu tetapi akibatnya akan terimbas semua. Seolah-olah kita akan dianggap seperti itulah Polisi.Pinta Kabid Propam, bila ada kejadian tidak perlu bingung, laporan pertama segera lakukan. Kedua, dalam hal penggunaan senjata. “Masalah ini telah berulang-ulang dikatakan Kapolri, Kapolda untuk berhati-hati dalam penggunaan senjata,” ujarnya.Terangnya, dalam situasi apapun ada aturan. “Boleh kita membawa senjata, siapa bilang tidak boleh, bila memang situasinya membutuhkan. Masa kriminalitas tinggi, keadaan tidak bisa prediksi, ancaman terhadap masyarakat dan diri sendiri ada. Boleh membawa senjata dan juga penggunaanya dan itu telah diatur. Kapan kita boleh menembak, eskalasi ancamannya dimana,” terangnya.Kombes Bambang Sutoyo meminta para Perwira yang ditunjuk untuk menjelaskan secara rinci tentang aturan membawa dan menggunakan senjata agar semua bisa selamat, diri sendiri, masyarakat dan pesta demokrasi Pilkada Dogiyai berjalan dengan aman.“Yang tidak boleh, orang yang tidak bersalah ditembak, tidak sesuai lagi ancamannya, orang pakai tangan kosong ditembak dengan peluru tajam. Itu tidak boleh,” katanya.“Ada eskalasinya, ada kondisi yang memungkinkan atau yang membolehkan menggunakan senjata,” imbuhnya.Tegasnya, bila terjadi resiko tanggung masing-masing. Ingat, kita bisa terkena dua hal, yakni disamping terkena tindak pidana, kita divonis kita juga kena kode etik. Itu sangat disayangkan, mungkin karena emosi sesaat dan merasa memegang senjata kita harus dipecat. Kita kasihan keluarga.Ketiga, Kabid Propam mengingatkan sudah ada riak-riak karena sudah ada yang dinyatakan tidak lolos. “Kita jangan ikut berspekulasi. Ingat saja tugas kita, kita menjaga keamanan, ketertiban. Lolos atau tidak itu bukan urusan kita, yang menjadi urusan kita adalah situasi aman,” tandasnya.Kabid Propam secara khusus meminta kepada personil yang diberangkatkan untuk bertugas di Dogiayi untuk membuat simulasi, daerah-daerah yang menjadi titik pertemuan, titik kampanye termasuk di Kantor DPRD dan Kantor Bupati.“Bila ada demo dimana posisi kita. Bagaimana nanti bila ada eskalasi yang sudah menaik, bagaimana eskifnya nanti. Dari sekarang kita harus belajar, jangan sampai disana tidak ada hasilnya,” ungkapnya.Diakhir arahannya, Kabid Propam Polda Papua menekankan agar tiga poin itu dipahami, karena keberhasilan tugas adalah keberhasilan semua instansi Polri.“Ingat bahwa prediksi bahwa Kabupaten Dogiyai akan ada riak-riaknya. Persiapkan mulai sekarang dan jangan terlena. Situasi sekarang sangat berbeda,” ujarnya.Dalam kesempatan itu, Kombes Bambang Sutoyo juga mengingatkan instruksi Presiden yang ditegaskan oleh Kapolri terkait dengan Pungutan Liar alias Pungli.“Sudah tidak jamannya lagi melakukan Pungli. Bila melakukan dan tertangkap resiko tanggung sendiri. Jangan berpikir jauh dari Polda. Kita harus pastikan tidak ada Pungli disini,” katanya.“Perintah Bapak Kapolri sudah jelas bila ada ketahuan ada Pungli, mulai dari Kapolsek sampai yang menerimanya akan dipecat. Jangan sampai ini terjadi di Polres Nabire,” pungkasnya. (iing elsa)