NABIRE – Kepala Bidang Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DPK) Nabire, Imelda Sambikaki mengatakan jumlah nelayan di daerah ini sesuai dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) mencapai 3.522 orang.“Tersebar di daerah pesisir dan perkotaan, dan terbesar ada di Distrik Nabire yaitu sebanyak 2.406 orang,” Ujarnya di Nabire, Rabu (03/10/2018).Dikatakan, dari jumlah yang ada, hanya sebagian yang memiliki kartu. Padahal, kartu nelayan atau yang diganti namanya menjadi kartu Pelaku Usaha Periknan Dan Kelautan (kartu Kusuka), merupakan identitas pelaku usaha perikanan khususnya nelayan yang sangat bermanfaat.Imelda bilang, manfaat kartu nelayan selain sebagai identitas, tetapi juga sebagai akses untuk bantuan-bantuan dari pemerintah.“Baru ada 1.209 orang yang memiliki kartu, untuk nelayan papua ada 678 orang dan nelayan non papua sendiri 532 orang,“ terangnya.Lanjutnya, solusi yang dilakukan pihaknya adalah turun ke lapangan, tetapi yang didapati adalah masyarakat yang tinggal di pesisir dan pelosos kebanyakan belum memiliki kartu kependudukan (KTP). Padahal syarat nelayan mendapatkan kartu kusuka adalah harus memiliki   KTP.“Jika mereka punya KTP, tinggal formnya yang harus diisi, mengenai produksi, alat tangkap dan dimana daerah tangkapannya,” tuturnya.Dia berharap kepada para nelayan yang ingin mendapatkan kartu kusuka agar segera memperoleh dengan cara mendatangi dinas perikanan, juga menunjang kegiatan tangkapan ikan.“Dan bagi yang belum memiliki KTP untuk mengurus kalau mau punya kartu kusuka,” harapnya.Terpisah, seorang Nelayan Ambrosi bersyukur sebab telah memiliki kartu kusuka. Ini sangat membantunya dalam usaha ketika melaut.“Saya berteruma kasih dengan kartu ini, sebab saya bisa dapar bantuan untuk mencari ke laut,” katanya. (pas)