Jubir Covid-19 Nabire: Jumlah PDP dan ODP Data Kumulatif
NABIRE - Guna memberi gambaran terkait data kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Nabire yang sebelumnya belum mengalami p
Bagikan
NABIRE - Guna memberi gambaran terkait data kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Nabire yang sebelumnya belum mengalami perubahan dan dipertanyakan warga, secara tegas selaku Juru Bicara (Jubir) Covid-19 Nabire, dr. Frans Sayoni mengatakan data ODP dan PDP itu data total atau kumulatif. Sehingga, seperti jelas dia di salah satu media online bahwa data Orang Dalam Pemantauan (ODP) maupun Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 yang ditampilkan setiap hari itu adalah totalnya saja atau sewaktu-waktu dapat mengalami perubahan. Artinya, data kasus di infografis sebaran Covid-19 di Kabupaten Nabire yang sebelumnya dinyatakan ODP, selanjutnya sehat dan dihilangkan dari data yang ada, tetapi bisa saja di hari yang sama ada ODP baru, sehingga data tidak berubah. Itupun sama kemungkinan untuk PDP. “Data ODP yang kita tampilkan itu jumlahnya secara kumulatif,” ujarnya. Atau bisa saja ada ODP yang sudah menjalani masa inkubasi selama 14 hari dan sudah dinyatakan sehat, tapi kan bisa saja di hari yang sama ada penambahan ODP baru. “Sehingga jumlahnya bisa tetap, atau bisa naik atau turun, sehingga kita tampilkan saja jumlah kumulatifnya, sama seperti data infografis sebaran Covid-19 di daerah lainnya,” jelas Sayori. Terkait dengan status PDP di Nabire, tambah Frans Sayori, mengenai status satu orang Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Nabire yang pertama kali ditetapkan tanggal 4 April 2020 lalu. Setiap PDP dan ODP dikarantina selama 14 hari, imbuhnya, jika mereka memiliki gejala berat, maka akan ditangani di RSUD Nabire. Namun jika gejalanya sudah hilang, mereka akan dikarantina di rumah selama 14 hari. “Untuk 1 PDP yang ditetapkan tanggal 4 April lalu, baru menjalani 10 hari masa karantina, artinya masih ada 4 hari lagi untuk mengetahui hasilnya. Selain itu, PDP dan ODP yang ada di Nabire, juga menjalani pemeriksaan swap, dan hasil pemeriksaan swap itu akan dikirim ke Laboratorium Kesehatan Daerah Provinsi Papua untuk mengetahui hasilnya apakah mereka positif atau negatif Covid-19,” tegasnya, seraya menambahkan, jika setelah pemeriksaan Swap mereka negatif, mereka dinyatakan sehat dan dikeluarkan dari data PDP.(wan)
Bagikan artikel ini



