NABIRE – Di awal tahun 2013 tepatnya pada ahir Januari lalu sempat terjadi bencana di Kampung Agapa Distrik Homeo, Kabupaten Intan Jaya. Bencana saat itu sempat mengakibatkan korban dari warga setempat. Hanya saja, pejabat pemerintahan distrik setempat dinilai kurang responsive terhadap warganya yang terkena bencana itu.     Demikian dikatakan salah seorang putra dari Distrik Homeo, John Belau, saat menghubungi media ini, tadi malam.   John Belau menyayangkan pihak pemerintah distrik tidak melaporkan kejadian ini ke pemerintah tingkat atas dan dinas terkait. Kepala distrik selain sebagai kepala pemerintahan, setidaknya menjadi orang tua bagi warganya.   “Seorang kepala distrik harus siap melaksanakan, melayani, mendata jika ada masalah siap laporkan ke pihak terkait dalam hal ini Dinas Sosial hingga bupati. Ada sejumlah masalah di Distrik Homeo, dan kurang adanya tanggapan serius dari pemerintah distrik. Saya salah satu putra dari Homeo, saya lihat masalahnya dan saya sedih dan sakit hati. Pemerintah daerah jangan diam diri, tapi turun untuk mendata langsung, kunjungan kerja langsung di lapangan untuk meliat masalah yang terjadi.  Kasihan masarakat tidak tahu apa-apa,” paparnya.   Lebih lanjut dikatakannya, jika ada persoalan di tingkat bawah maka sudah menjadi keharusan bagi pemerintah daerah untuk turun tangan. Karena pemerintah daerah ada untuk mensejahterakan masyarakat.   “Tahun 2013 ini jangan terulang lagi seperti yang lalu, agar lebih baik, lebih maju, lebih efektif. Saya sebagai warga himbau pemerintah daerah melalui dinas terkait turun ke lapangan,” ujarnya. (ros)