NABIRE - Saat melakukan pertemuan dan tatap muka bersama warga nelayan yang berada di seputar Smoker Kelurahan Siriwini, Rabu (21/10), pasangan calon (Paslon) Bupati nomor urut 3 berjanji akan menaikkan upah pendapatan para tenaga honorer.

Dimana pendapatan itu akan dinaikan sebesar Rp.3.500 ribu per bulan dan kenaikan pendapatan para tenaga honorer itu didasarkan pada ketentuan Upah Minimum Papua (UMP) yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Papua.

Dan seluruh honorer yang selama ini telah mengabdi akan kembali dapat ditata atau ditertibkan adminitrasinya melalui Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) masingmasing dan harus diberikan Surat Keputusan (SK) oleh Bupati Nabire.

Sehingga para honorer ini tidak lagi menjadi tanggung jawab dinas atau SKPD masing-masing, tetapi honornya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah dan pembayaran haknya harus tepat waktu.

Selain pembayaran gaji para tenaga honorer, selaku calon bupati juga telah memprogramkan pemberian honor bagi guru sekolah minggu dan juga guruguru pengajian dan honor bagi para tokoh dan juga para hamba Tuhan serta para tuatua dan juga penghargaan bagi Perintis Nabire.

Sebab, berdasarkan data yang ia meliki ada ratusan guru honor yang ada di Kabupaten Nabire, yang honornya dibebankan pada Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS), sesungguhnya hal ini tidak benar .

Untuk itu, jika dirinya bersama saudara Tabroni terpilih menjadi Bupati Nabire dan Wakil Bupati Nabire, akan menghilangkan beban biaya tenaga honorer guru yang diambil dari dana BOS dan kembalikan pada pemerintah yang membayar semua tenaga honorer yang ada di Kabupaten Nabire sesuai UMP.(des)