Jika BBM Tak Lancar, Sebaiknya APMS Makimi Ditutup Saja
NABIRE - Enam Kepala Kampung (Kakam) se-Distrik Makimi menilai kehadiran APMS Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus premium dan solar di wilayah Distrik Makimi, bukanya membantu masyarakat soal kebutuhan BBM, akan tetapi membuat masyarakat kesulitan, dimana jatah bagi APMS Makimi
Bagikan
NABIRE - Enam Kepala Kampung (Kakam) se-Distrik Makimi menilai kehadiran APMS Bahan Bakar Minyak (BBM) khusus premium dan solar di wilayah Distrik Makimi, bukanya membantu masyarakat soal kebutuhan BBM, akan tetapi membuat masyarakat kesulitan, dimana jatah bagi APMS Makimi dinilai pasang surut pasokannya.
Belum lagi dengan adanya istilah jatah-jatah bagi para pelanggan yang sudah ditentukan oleh pemilik APMS, sehingga penjualan BBM yang tadinya satu tangki berisi 5.000 liter hanya dijual dalam waktu singkat alias penjualan tidak sampai satu hari, sehingga enam Kakam se- Distrik Makimi meminta, jika penjualan BBM tidak lancar sebaiknya AMPSnya ditutup saja. Dikatakan Kakam Makimi Matias Sakwatorey, mewakili rekan Kakam lainnya via telepon genggamnya kepada Papuapos Nabire Jumat (10/7) langsung dari Kampung Lagari Jaya Ibukota Distrik Makimi, selaku Kakam bersama masyarakat melihat BBM buat masyarakat 6 kampung, tapi kenapa ada lagi jatah bagi pelanggan.Untuk itu selaku Kakam Makimi bersama 5 Kakam se-Distrik Makikmi meminta, agar BBM itu bukan dijual kepada masyarakat Distrik Makimi, sebaiknya Pompa APMS yang ada ditutup oleh pemerintah dengan pencabutan surat Ijinnya. Sebab BBM bersubsidi buat masyarakat 6 kampung se- Makimi bukan dijual seutuhnya kepada masyarakat.Dan kedepan ketika ada penjualan BBM lagi dan masih digunakan sistim jatah bagi pelanggan akan kami sita, sehingga kami akan memberikan pengawasan di seputar Pompa APMS baik itu siang maupun di malam hari. “Karena selaku aparat terendah di kampung mengetaui bahwa itu BBM bagi masyarakat 6 kampung se-Distrik Makimi,” kata Matias. (des)
Bagikan artikel ini



