NABIRE – Tiga hari menjelang (H-3) pelaksanaan pencoblosan dan pemungutan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Dogiyai, pihak Kepolisian Resor Nabire menggelar tatap muka bersama tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, perempuan, pejabat dan instansi terkait di Kabupaten Dogiyai, bertempat di Mapolsek Kamuu, Minggu (12/02) sore. Tatap muka yang dipimpin langsung Kapolres Nabire AKBP Semmy Ronny Thabaa, SE, didampingi Ketua KPUD Moses Magai, S.IP serta dihadiri oleh Pamatwil Pilkada Dogiyai Polda Papua Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika, LO Polda Papua Kompol Bambang Suranggono, S.Sos, Kapolsek Kamuu AKP Mardi Marpaung, S.Sos, Danramil Dogiyai dan Ketua Panwaslu Dogiyai serta unsur TNI Dogiyai. Hadir pula pada kesempatan tersebut, Kasat Intelkam Polres Nabire AKP Burhanuddin P, Kasubbag Bin Ops AKP Sri Kasiono, para Perwira Pengendali Operasi Pilkada Kabupaten Dogiyai, para tokoh agama, masyarakat, adat, pemuda, wanita, para pejabat serta instansi terkait.Kapolres Semmy Ronny Thabaa, dalam arahan pembukanya menyampaikan, pertemuan hari ini untuk menindaklanjuti arahan dan perintah Kapolda Papua Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw dalam rangka pengamanan Pilkada Kabupaten Dogiyai 2017. Dimana, Polres Nabire telah melibatkan perkuatan dengan jumlah besar dengan penebalan maksimal termasuk penggunaan BKO Brimob dan unsur TNI.Namun, terang Kapolres Semmy Thabaa, dalam tindakan Polres Nabire berupaya semaksimal mungkin secara persuasif dan kegiatan operasi kepolisian yang soft guna mewujudkan dan menjaga Sitkamtibmas yang aman, terkendali dan kondusif.Polres Nabire berupaya agar para tokoh dan pihak-pihak terkait termasuk penyelenggara Pilkada Dogiyai bisa secara bersama-sama membangun komitmen dan menjamin keamanan serta mendukung penuh kesuksesan Pilkada Kabupaten Dogiyai yang merupakan agenda nasional, dimana Dogiyai sebagai salah satu kabupaten yang menjadi atensi pemerintah, baik dari tingkat pusat (nasional), Propinsi Papua dan secara khusus pada tingkat kabupaten.Lanjut Dai (panggilan akrabnya), terkait persoalan pasangan calon (Paslon) bupati yang Tidak Memenuhi Syarat(TMS) khususnya Herman Auwe dan tim suksesnya dari fakta-fakta yang ada patut diduga yang bersangkutan dan tim sukses pemenangan, sedang berupaya untuk menganggu bahkan mencoba menggagalkan sisa tahapan. Sehingga Pilkada Dogiyai bisa diundur, ditunda dan dibatalkan tahun ini. Contoh riil dari fakta yang sedang terjadi adalah munculnya persoalan baru jelang tahap coblos 15 Februari mendatang. Ada sebagian PPD dan PPS yang tiba-tiba menghendaki dan memaksakan diri untuk meminta bayaran honornya tidak sesuai dengan indeks besaran RAB dan rencana penggunaan anggaran yang telah ditetapkan dalam NPHD, yaitu dari nilai 120 juta per distrik.Para PPD dan PPS tersebut meminta dibayar per distrik 1,5 miliar rupiah. Berkaitan dengan hal-hal tersebut kita tidak boleh kalah dan menyerah, Polres Nabire mengajak pihak-pihak terkait yang hadir bersama-sama terutama para tokoh. Kita kawal bersama proses pentahapan ini terus berjalan sesuai dengan agenda dan ketentuan yang mengatur. “Polres Nabire dengan dibantu unsur TNI akan memberikan pengaman maksimal dan menjamin keamanan dan kelancaran tahapan yang tersisa agar dapat berjalan lancar dan aman,” tegas Kapolres Nabire.Berkaitan dengan PPD dan PPS yan tidak menerima besaran dan honor sesuai indeks dan alokasi peruntukan dana tersebut, agar dibuatkan secara tertulis sebagai dasar KPUD untuk segera menggantikan PPD dan PPS tersebut. “Waktu masih sempat kita lakukan di hari Senin dan Selasa, para PPD dan PPS waiting list didefinitifkan dan lengkapi administrasi yang diperlukan sebagai legalitas mereka dalam melaksanakan tugas PPD dan PPS,” tegas Dai 1. Apabila cukup bukti ada indikasi konspirasi oleh pihak tertentu untuk boikot sisa pentahapan dan gagalkan Pilkada, maka Panwaslu dan kepolisian akan bertindak tegas sesuai aturan dan ketentuan hukum yang mengatur, ucap AKBP Semmy lagi.“Malam ini dan besok pagi akan dilakukan pertemuan kembali PPD dan PPS untuk memastikan yang mau bekerja lanjutkan tugas dan yang keberatan melaksanakan tugas di PPD dan PPS dengan alasan permintaan dana oprasional 1,5 milyar per distrik. Telah diinventarisir sebagai data awal untuk 5 PPD dan PPS Distrik Mapia tidak ada masalah hanya sisa 5 distrik, yaitu Distrik Kamu, Dogiyai, Kamu utara, Kamu Timur dan Distrik Kamu Selatan,” tutup Kapolres Nabire AKBP Semmy.Sementara itu, Kepala Suku Germanus Goo menyampaikan, kendala dan hambatan yang dihadapi menjelang pencoblosan serta PPD dan PPS yang menuntut dana yang berjumlah sekian banyak harus dikumpulkan dan dipertanyakan tentang permintaan dana tersebut. “Bersama-sama menyukseskan Pilkada Kabupaten Dogiyai dan mengharapkan Kabupaten Dogiyai mampu menyukseskan Pilkada dengan rasa aman, jujur dan adil,” harap Germanus.Di kesempatan yang sama, perwira pemantau wilayah Pilkada Dogiyai Polda Papua Kombes Pol Ida Bagus Komang Ardika (Dir Narkoba Polda Papua) mengatakan, tujuan pihak keamanan dalam pelaksanaan Pilkada memantau perkembangan dan hambatan dalam pelaksanaan Pilkada.“Menyangkut dana anggaran agar KPUD dapat menyelesaikan masalah tersebut agar Pilkada Kabupaten Dogiyai mendapat pemimpin yang memang pantas untuk Kabupaten Dogiyai serta tujuan kedepan dalam rangka Pilkada memberikan rasa aman dan tentram,” pungkas Kombes Pol Bagus. (wan)