Jawab ‘Nawacita’ Jokowi, Distanpahol Papua Siapkan Program Unggulan
NABIRE – Guna menjawab ‘Nawacita’ Jokowi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanpahol) provinsi dan kabupaten/kota perlu menyiapkan program unggulan. Diluar itu perlu dibangun sinergisitas dan konektivitas dalam bentuk program kegiatan maupun lokasi, mulai dari aspek
Bagikan
NABIRE – Guna menjawab ‘Nawacita’ Jokowi, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (Distanpahol) provinsi dan kabupaten/kota perlu menyiapkan program unggulan. Diluar itu perlu dibangun sinergisitas dan konektivitas dalam bentuk program kegiatan maupun lokasi, mulai dari aspek hulu, budidaya maupun hilir yang muaranya adalah meningkatkan produksi dan daya saing produk tanaman pangan dan hortikultura.
Hal ini seperti terang Gubernur Papua dalam sambutan terlulisnya dibacakan Sekda Nabire Drs. Johny Pasande pada acara pembukaan Rapat Kerja Teknis (Rakornis) Tanaman Pangan dan Hortikultura se - Provinsi Papua di Guest House Rabu kemarin.
Dikatakan, sangat penting saat ini Distanpahol provinsi dan kabupaten/kota menyiapkan program-program unggulan untuk menjawab visi dan misi Presiden RI Joko Widodo yang lebih dikenal dengan nama ‘NAWACITA’, yang prioritasnya pada swasembada pangan terutama beras, jagung dan kedelai.
Tambah gubernur, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Papua dan kabupaten/kota perlu pula membangun sinergisitas dan konektivitas dalam bentuk program atau kegiatan maupun lokasi. Mulai dari aspek hulu, budidaya maupun hilir yang muaranya adalah meningkatkan produksi dan daya saing produk tanaman pangan dan hortikultura.
Hal ini tentunya sangat penting, katanya, untuk menjawab salah satu prioritas pembangunan yaitu, pengwilayahan komoditas unggulan daerah dan integrasi tanaman, olah dan jual. Karena dalam RPJMD Provinsi Papua tahun 2013 - 2018 mengamanatkan juga pengwilayahan pembangunan yang terbagi dalam 5 wilayah pembangunan berdasarkan adat yakni Pembangunan Wilayah Mamta, Saireri, Ha Anim, La Pago dan pembangunan wilayah Meepago.
Terangnya, pembangunan wilayah yang demikian ini perlu diterjemakan oleh semua SKPD dalam bentuk penajaman sasaran program / kegiatan yang didasarkan kepada budaya masyarakat setempat, khususnya untuk subsektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura. Diharapkan setiap wilayah pembangunan memiliki program pembangunan yang perlu ditonjolkan.(des)
Bagikan artikel ini



