Jalan ke Wangggar Pantai Rusak, Damri Sementara Tak Layani Masyarakat
NABIRE – Karena kondisi ruas jalan ke arah Wanggar Pantai rusak, maka untuk sementara trayek bus Damri yang melayani masyarakat ke wilayah tersebut (Wanggar Pantai, red) dihentikan sementara. Sambil menunggu ada perbaikan jalan yang rusak oleh pemerintah Kabupaten Nabire.
Bagikan
NABIRE – Karena kondisi ruas jalan ke arah Wanggar Pantai rusak, maka untuk sementara trayek bus Damri yang melayani masyarakat ke wilayah tersebut (Wanggar Pantai, red) dihentikan sementara. Sambil menunggu ada perbaikan jalan yang rusak oleh pemerintah Kabupaten Nabire.
Untuk itu diharapkan kepada pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) agar melakukan kegiatan turun lapangan guna melihat kondisi rusaknya ruas jalan menuju ke Kampung Wanggar Pantai. Yang hingga saat ini membuat Perum Damri tidak bisa mengoperasikan salah satu bus sesuai tujuan trayek yang ada selama ini.Sebab hingga saat ini masyarakat yang bermukim di wilayah Kampung Wanggar Pantai juga sangat membutuhkan armada perintis Damri untuk melayani masyarakat. Namun kondisi jalan yang rusak saat ini membuat pihak Perum Damri tidak bisa memaksakan hal ini. Sebab akan terjadi kerusakan yang fatal pada bus yang ada maupun ada hambatan lain yang juga bisa menimbulkan adanya kecelakaan.“Masyarakat Wanggar Pantai sangat butuh kendaraan untuk membantu mereka ke kota. Namun kondisi ruas jalan yang rusak saat ini tidak bisa dipaksakan bus untuk masuk melayani masyarakat yang ada bersama hasil–hasil mereka,” kata Kepala Station Perum Damri Nabire, Sonny F. Waray, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Jumat (7/3) di ruangan kerjanya.Untuk itu, armada perintis yang selama ini melayani masyarakat hingga ke pelosok-pelosok kampung dan dusun kecil, hanya bisa menyarakan agar ada perhatian berupa perbaikan kembali jalan yang rusak di seputar Wanggar Pantai. Agar Damri kembali membuka trayek dan masyarakat bisa terlayani melalui angkutan transportasi darat ini.Dengan rusaknya ruas jalan ke Wanggar Pantai membuat salah satu trayek untuk sementara diberhentikan. Sedangkan untuk trayek Makimi, Topo, Kaladiri, Sima, Yarom dan Wami tetap beroperasi. Hal ini dapat ditunjang dengan fasilitas jalan dan jembatan yang baik di masing-masing trayek yang ada. (des)
Bagikan artikel ini
