NABIRE – Jalan darat dari Kabupaten Paniai ke Kabupaten Intan Jaya sudah tembus sejak Oktober lalu. Kini tinggal pengerasan dan pelebaran badan jalan untuk menghubungkan dua kabupaten tersebut. Kepala Distrik Agadide, Yulianus Kogopa, SH di Nabire, Minggu (3/12) mengatakan jalan darat dari Paniai, sudah sampai di Magataka (perbatasan Paniai-Intan Jaya). Untuk menghubungkan dua kabupaten tersebut, kini ada dua perusahaan yang tengah menangani pelebaran jalan dari arah Sugapa dan satu perusahaan lagi mulai pelebaran dari Paniai akan bertemu di Hiyabup. Pelebaran jalan dari Paniai, dari Magataka ke Woyawiye, dari Woyawiye ke arah kanan ke Hisandoga. Pelebaran jalan dari Sugapa lewat kiri akan bertemu di Hisapu.  Kogopa mengatakan sekarang ini tidak sulit hubungan jalan darat antara Paniai dan Intan Jaya. Tetapi karena Magataka sudah turun sehingga lewat Woyawiye, tinggal pelebaran jalan dari Sugapa (Intan Jaya) dan Paniai, sekitar 4 KM. Ketika ditanya, apakah masyarakat sudah menggunakan jalan darat dengan kendaraan, Kepala Distrik Agadide ini mengatakan belum. Karena, sementara pembangunan jalan khususnya pelebaran dari Intan Jaya terhenti. Pembangunan jalan, pelebaran dari Intan Jaya dengan APBN tahun anggaran 2017 dihentikan karena kurang jelasnya pertanggungjawaban anggaran infrastruktur tersebut. Menjawab harapan masyarakat Agadide dan tetangganya dari Intan Jaya, Kogopa mengatakan, apabila pelebaran jalan darat dari Paniai sudah sampai di Magataka, Pemerintah Intan Jaya juga harus serius dan melebarkan jalan darat dari Sugapa ke Magataka agar masyarakat Intan Jaya juga bisa menikmati akses darat yang murah dibanding lewat udara. Apalagi, kata Kogopa, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paniai akan membuka akses jalan dari Paniai tembus KM 117 jalan Trans Papua melalui Distrik Bogobaida. Sebab kalau akses jalan dari Paniai ke KM 117 ini terbuka, jarak tempuh ke Paniai semakin singkat sehingga ke Intan Jaya lewat darat akan lebih cepat. Ia menilai akses jalan darat Paniai - Intan Jaya akan membantu masyarakat di Intan Jaya yang selama ini mengandalkan hubungan udara dengan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya harga barang di Intan Jaya, terlalu mahal dibanding daerah lain di empat kabupaten di wilayah Meepago. Oleh sebab itu, putera Intan Jaya ini menghimbau Pemkab Intan Jaya akan lebih serius dan mempercepat pembangunan infrastruktur khususnya jalan darat menuju Paniai.(ans)