NABIRE – Ada penyampaian yang menarik dari Irjen Pol Alfred Papare, SIK dalam sambutannya saat lepas sambut Kapolda Papua Tengah di Aula Wicaksana Laghawa Polres Nabire, Selasa (31/3/26) malam. Saat masih menjabat sebagai Kapolda Papua Tengah, dirinya sempat berkomunikasi secara langsung melalui sambungan telepon dengan Aibon Kogoya. Saat komunikasi melalui sambungan telepon itu juga ada komitmen bersama di dalamnya.

“Saya pernah bicara dengan Daniel Kogoya atau yang sering dikenal dengan sebutan Aibon Kogoya. Yang mungkin saat ini masyarakat Nabire sedang resah, sedang takut, karena kelompok ini saat ini sedang eksis dan sangat berani. Mereka sudah masuk ke jantung Kota Nabire, kapan saja mereka bisa membunuh masyarakat, kapan saja mereka bisa menembak aparat keamanan baik TNI maupun Polri,” tuturnya di hadapan hadirin saat lepas sambut Kapolda Papua Tengah.

Dituturkan Irjen Pol Alfred Papare, SIK yang kini menjabat Kapolda Papua barat, dirinya berbicara langsung melalui telepon dengan Aibon Kogoya. Satu hal yang diminta dari Aibon Kogoya untuk tidak menembak masyarakat sipil.

“Saya minta Aibon untuk jangan menembak masyarakat karena mereka tidak punya senjata seperti bapak, kami dua berkomitmen. Dan dia menyampaikan tidak akan menembak masyarakat sipil. Tapi kalau TNI dan Polri kami tetap akan lawan, itu jawaban dia (Aibon, red),” tutur Irjen Pol Alfred Papare, SIK. 

Soal dirinya bisa berbicara langsung dengan Aibon Kogoya, kata Irjen Pol Alfred Papare, SIK, tidak secara tiba-tiba atau tanpa persiapan sebelumnya. Namun dirinya mencari istri, anak, saudara orang terdekat Aibon Kogoya.

“Anaknya ketika itu sudah tidak sekolah karena belum melunasi seragam sekolah. Saya perintahkan tim untuk datang ke sekolahnya untuk melunasi seragam sekolah agar dia bisa kembali sekolah,” tuturnya. 

“Kita tidak tau Aibon Kogoya maunya seperti apa, kami dua bisa berkomunikasi, kami dua sangat akrab dan kami dua bisa buat komitmen untuk tidak membunuh masyarakat sipil. Itu yang saya bilang di awal, ada yang menilai gaya saya kurang populer,” tambahnya.

Dirinya melihat kelompok Aibon Kogoya itu juga bagian dari kita, mereka manusia juga. “Apabila kita berbicara, pasti mereka juga bisa mengerti apa yang disampaikan,” tambahnya.

Kata Irjen Pol Alfred Papare, SIK, Aibon Kogoya sempat berterima kasih kepada Kapolda Papua Tengah karena anaknya bisa bersekolah kembali.

Pada kesempatan itu, Irjen Pol Alfred Papare, SIK berpesan kepada Kapolda Papua Tengah yang baru dan jajaran, untuk melihat kelompok ini sebagai pribadi-pribadi yang bisa dicarikan solusi untuk penyelesaian konflik yang ada di Tanah Papua. 

“Terima kasih saya kepada masyarakat Papua Tengah karena istrinya, saudaranya, adiknya, anaknya mereka mendukung untuk bapaknya tidak boleh melakukan kejahatan kepada orang-orang di Papua Tengah ini. Bahkan anaknya yang kami urus untuk sekolah kembali, kami tanyakan dia mau jadi apa jawabnya dia mau jadi Brimob,” tuturnya. (ros)