Investasi PT NB Wujudkan Kesejahteraan Rakyat Menuju Pembangunan Pabrik Sawit dan Pelabuhan
NABIRE – Perusahaan Kelapa Sawit, Perseroan Terbatas Nabire Baru (PT NB) dan PT Sariwana Adi Perkasa (SAP) dalam berinvestasi di bidang pengelolaan kelapa sawit, memiliki harapan dan keinginan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pihak adat, khusus masyarakat yang a
Bagikan
NABIRE – Perusahaan Kelapa Sawit, Perseroan Terbatas Nabire Baru (PT NB) dan PT Sariwana Adi Perkasa (SAP) dalam berinvestasi di bidang pengelolaan kelapa sawit, memiliki harapan dan keinginan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat dan pihak adat, khusus masyarakat yang ada di Kabupaten Nabire dan Papua. Upaya investasi dari pihak perusahaan ini membutuhkan waktu, sekitar lima hingga 9 tahun kedepan agar pengoperasian dan penghasilan masyarakat dapat terpenuhi menuju pembangunan dua pabrik kelapa sawit dan pelabuhan laut di Distrik Yaur Kabupaten Nabire.
Meskipun tak semulus dan seindah harapan banyak orang dalam menjalankan dan mengoperasikan kegiatan pengelolaan dan investasi kelapa sawit di Nabire, perusahaan yang didanai investor asing (luar negeri) ini tetap eksis dan selalu melakukan perbaikan dan pembenahan internal dan eksternal ditubuh perusahaan ini. General Manager (GM) PT NB, Kipli Anak Ayom, ketika mempersentasekan kegiatan perusahaan sejak masuk di daerah Kampung Wami dan sekitarnya dan dilanjutkan dengan jumpa pers bersama sejumlah awak media ini, menjelaskan, memasuki lima tahun keberadaan kami di Nabire sekarang ini terrhitung sejak mulai dibukanya perkebunan kelapa sawit di Wami Distrik Yaur Kabupaten Nabire tahun 2011/2012, tentunya ada banyak rintangan dan hambatan dalam mengelola serta menjalankan usaha investasi pada perusahaan kami ini.Baik dari penyelesaian menyangkut ganti rugi atau dana kompensasi sewa dan kontrak lahan sawit, terang Kipli, hingga persoalan masalah dalam pengelolaan manajemen perusahan kedalam dan keluar (eksternal) ke masyarakat, tentunya itu semua sebagai bahan pembelajaran dan pembenahan menuju terciptanya kegiatan investasi di daerah ini. Banyak yang dipersentasekan dalam pertemuan antara pihak perusahaan dengan media ini, dan banyak yang terkuak apa sebenarnya maksud, tujuan dan keinginan dari perusahaan kepala sawit ini untuk berinvestasi dan ikut memajukan pembangunan di daerah ini.“Banyak harapan dan keinginan kami untuk dapat membantu pihak pemerintah dalam membangun daerah dan masyarakat, khususnya dari sektor pembukaan lapangan kerja bagi masyarakat yang ada di daerah ini dan menyangkut tentang peningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat khususnya masyarakat ada yang berada di sekitar Sima dan Wanggar,” terang dan dimaksudkannya. Lebih lanjut, pihak perusahaan PT NB mengelola lahan sawit sekitar di Wami – Sima sekitar 17.000 hektare, namun tidak semua dikelola oleh pihak perusahaan dalam mengembangkan plasma kelapa sawit maupun yang rencana (plan) pengembangan sagu, seperti yang ada di Dusun Manawari milik masyarakat atau Suku Akaba. Ada pro maupun kontrak terhadap pengembangan pengelolaan kepala sawit ini, namun tegas GM Kipli Ayom, pihak perusahaan akan terus berupaya dan mencoba untuk melakukan perbaikan dan pendekatan kepada masyarakat, salah satunya terkait dengan Dusun Keramat (sagu). Lokasi pengembangan sagu itu juga kita telah pikirkan dan dalam pembukaan lahannya tidak akan menggangu atau jauh dari Dusun Sagu Keramat milik masyarakat, atau sekitar “Jadi memang dibutuhkan kesabaran ektra dalam mengembankan pengelolaan kepala sawit ini. Dan perlu dipahami ketika kita salah melangkah ataupun dinilai ilegal, oleh beberapa oknum masyarakat adat, tentunya jauh-jauh hari perusahaan kami ini sudah tutup lama. Namun itulah, dibalik itu semua akan menjadi kebijakan dan perubahan (perbaikan) kita bersama menuju pengembangkan plasma sawit kedepan dengan pembangunan 2 pablik sawit dan perencanaan pembangunan pelabuhan laut,” ungkapnya.Selain beberapa hal tersebut, mewakili pihak perusahaan, GM PT Nabire Baru asal negeri tetangga, Malaysia ini, menyampaikan bahwa dirinya sangat cinta dan senang bisa berkerja di Indonesia dan dapat membantu masyarakat di daerah ini. Banyak memang yang harus dikerjakan dan dibenahi di dalam manajemen perusahaan dalam pengelolaan lahan sawit milik masyarakat adat ini. Kedepan, kami pun akan mencoba merangkul semua. Baik yang pro maupun kontrak, ini harapan kami perusahaan bisa memajukan dan menguntungkan semua pihak. Jujur menurutnya, selama kurang lebih 4 – 5 tahun belakangan ini pihak perusahan dapat dikatakan merugi, namun itu semua dalam rangka investasi panjang kami ini tentu memiliki harapan kedepan dapat ikut ambil bagian dalam mensejahterakan dan membangun masyarakat serta daerah ini. (wan/tim)
Bagikan artikel ini



