Inovasi Pangan Nabire: Telur Asin Buah Merah, Langkah Tingkatkan Nilai Ekonomi Daerah

NABIRE - Pemerintah Kabupaten Nabire meluncurkan sebuah terobosan pangan yang unik dan menjanjikan, yaitu Telur Asin Buah Merah. Inovasi ini diperkenalkan melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) yang diselenggarakan oleh Dinas Peternakan dan Perkebunan, bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah produk lokal dan memperkuat ekonomi masyarakat melalui hilirisasi komoditas peternakan dan perkebunan.
Kegiatan strategis yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) tahun 2025 ini secara resmi dibuka Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Drh. I Dewa Ayu Dwita KM, pada Senin (17/11/2025) di Aula Dinas Pendidikan.

Sebanyak 40 peserta, terdiri dari pelaku usaha dan kelompok peternak, menunjukkan antusiasme tinggi terhadap potensi produk unggulan daerah yang baru ini.
Dalam sambutannya, Drh. Dwita KM menegaskan, Bimtek ini adalah bagian integral dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong program hilirisasi di sektor peternakan, khususnya produk telur. Hilirisasi dipandang sebagai langkah penting untuk meningkatkan nilai tambah hasil peternakan dan mengurangi ketergantungan pada penjualan bahan mentah.
“Ini menjadi langkah penting meningkatkan nilai tambah dan mengurangi ketentuan pada penjualan bahan mentah yang keluar. Dan tentunya memperkuat ekonomi keluarga,” ujar Drh. Dwita, menekankan aspek penguatan ekonomi rumah tangga.


Inovasi utama terletak pada pemanfaatan buah merah (Pandanus conoideus), termasuk bagian kulit buahnya, sebagai bahan dasar pengolahan telur asin. Pemanfaatan ini bukan hanya diversifikasi, tetapi juga bentuk efisiensi penggunaan bahan baku lokal yang melimpah di Nabire.
Kepala dinas menjelaskan, bahwa terobosan ini diharapkan dapat menciptakan produk yang memiliki daya saing lebih tinggi, sehingga mampu menjadikan Nabire memiliki daya tarik kuliner yang baru. Inovasi ini diharapkan memberikan nilai ekonomi yang signifikan bagi para pelaku usaha dan kelompok peternak lokal.
"Melalui inovasi ini, kita berharap tercipta produk unggulan daerah yang memiliki daya saing lebih tinggi, sekaligus memberikan nilai ekonomi baru bagi para pelaku usaha dan kelompok peternak," tambahnya, menegaskan visi jangka panjang pengembangan produk.

Ia juga mengajak seluruh peserta untuk menerapkan ilmu yang diperoleh dengan sungguh-sungguh. Penerapan di lapangan diharapkan mampu mendorong munculnya lapangan pekerjaan baru, memperkuat usaha keluarga peternak, dan pada akhirnya, memberikan kontribusi nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Nabire.
Acara pembukaan Bimtek ditutup dengan penyerahan cinderamata kepada narasumber, Drh. Ni Wayan Helpina Widya Santi dan penyerahan perangkat pembuatan telur asin secara simbolis kepada perwakilan peserta. Momen ini menandai dimulainya sesi pelatihan intensif untuk membekali 40 peserta dengan keterampilan praktis.
Dengan resmi dibukanya Bimtek pengolahan telur asin buah merah, Drh. Dwita KM berharap kegiatan ini berjalan lancar dan memberikan manfaat yang berkelanjutan. Inisiatif ini menjadi momentum penting bagi Nabire untuk mewujudkan diversifikasi produk, pemberdayaan sumber daya lokal, dan penciptaan produk unggulan daerah yang inovatif.(sam)
Bagikan artikel ini



