NABIRE - Hasil kunjungan kerja DPRD Komisi A Kabupaten Intan Jaya ke Distrik Homeyo, tepatnya di Puskesmas Homeyo, sampai saat ini masyarakat Distrik Homeyo masih memalang Puskesmas Homeyo. Lantaran selama 3 bulan terakhir ini, tidak ada aktifitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Homeyo. Bahkan para tenaga medis, baik mantri, perawat, bidan, bahkan Kepala Puskesmas Homeyo yang baru saja diganti, sampai saat ini tidak berada di tempat tugas. Demikian dikatakan Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Intan Jaya, Marten Tipagau, saat bertandang ke redaksi Papuapos Nabire, Sabtu (7/9) lalu.“Selama kami melakukan Kunker di Puskesmas Homeyo, memang tidak ada aktifitas pelayanan kesehatan disana. Bahkan semua pegawai yang ada di Puskesmas, termasuk Kepala Puskesmasnya tidak berada di tempat. Sehingga masyarakat setempat akhirnya mengambil sikap dengan memalang Puskesmas. Karena mereka tidak dilayani, ada Puskesmas tapi tenaga medisnya tidak ada, jadi masyarakat bilang lebih baik kita palang saja, supaya Pemerintah tahu,” ungkapnya. Lebih lanjut dirinya mengatakan, belum lama ini memang terjadi pergantian Kepala Puskesmas Homeyo. Sejak digantinya Kepala Puskesmas Homeyo pelayanan kesehatan di Puskesmas Homeyo menjadi terkendala. Bahkan, peralatan medis dan fasilitas yang ada di Puskesmas Homeyo, termasuk obat-obatan juga sudah tidak ada di dalam Puskesmas. Kata Tipagau, masyarakat Homeyo yang terdiri dari 18 kampung yang ada di Distrik Homeyo, harus berjalan kaki dan cukup jauh ketika ingin berobat ke Puskesmas Homeyo. Padahal sampai di Puskesmas Homeyo tidak ada pelayanan. Hal ini yang membuat masyarakat Homeyo kecewa, padahal mereka sangat membutuhkan pelayanan kesehatan. Akhirnya, Kantor Puskesmas Homeyo dipalang masyarakat, dan aksi pemalangan ini sudah berlangsung selama 1 bulan. “Selaku anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, saya merasa kecewa. Karena kalaupun karena adanya masalah pergantain kepala Puskesmas itu urusan lain, tapi pelayanan kesehatan di Puskesmas harus tetap berjalan. Karena masyarakat yang membutuhkan pelayanan, bukan Kepala Puskesmas atau tenaga medisnya. Jadi jangan masyarakat yang dikorbankan. Karena masyarakat tidak ada urusan dengan pergantian Kepala Puskesmas, masyarakat hanya tahu bahwa pelayanan di Puskesmaas Homeyo harus tetap berjalan, dan itu yang masyarakat Homeyo harapkan,” ujarnya. Oleh karena itu, Ketua Komisi A DPRD Kabupaten Intan Jaya, Marten Tipagau menghimbau dan mengharapkan kepada pemerintah daerah, terlebih khusus kepada instansi terkait Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya, agar segera menyelesaikan persoalan ini dan Puskesmas Homeyo segera dibuka.  Serta seluruh tenaga medis dan pegawai Puskesmas Homeyo yang berjumlah 16 orang harus segera kembali ke Puskesmas Homeyo untuk melaksanakan tugas dan tanggung jawab sebagai seorang Pegawai dan memberikan pelayan kesehatan kepada masyarakat 18 kampung yang ada Distrik Homeyo. Terkait aksi pemalangan ini, dirinya selaku Ketua Komisi A DPRD Intan Jaya akan memberitahukan hal tersebut, dan menyurati Bupati Intan Jaya, untuk segera diambil tindakan.  Karena menurut masyarakat, jika hal tersebut dibiarkan berangsur-angsur, maka masyarakat Homeyo juga akan mengambil tindakan yang lebih dari aksi yang sekarang dilakukan oleh mereka (masyarakat Homeyo, red). Oleh karena itu, bupati diharapkan segera mengambil langkah tepat untuk menyelesaikan persoalan ini, dan jangan dibiarkan berlarut-larut. (cad)