NABIRE – Persatuan dan rasa kekeluargaan antar-sesama, tidak mungkin terwujud tidak ada semangat persaudaraan di dalamnya. Persaudaraan, perlu dilakukan bukan karena sama-sama satu suku, sama-sama satu keyakinan, sama-sama satu Kabupaten tetapi harus dipandang dari segi “satu gandong. Ale rasa beta rasa” sesama orang Maluku di Kabupaten Nabire.

“Maka kita orang Maluku di Nabire harus bersama dan mengedepankan persatuan,” tegas Ketua Ikatan Keluarga Maluku (Ikemal) Nabire, Edward Berhitu, dalam sambutannya pada Natal kerukunan Maluku Nabire, Sabtu (08/01/2022).

Untuk dapat saling mengenal, menurutnya, orang Maluku di Nabire harus sering bertemu, saling berkomuni kasih satu sama lain. Kalau sering bertemu dalam kegiatan-kegiatan yang positif, maka kekuatan hubungan persaudaraan akan menjadi lebih kuat dan erat dari waktu ke waktu.

“Kegiatan positif harus ditingkatkan, artinya kita akan saling ketemu dan kenal satu sama lain, maka persaudaraan dengan sendirinya terjalin,” tutur Berhitu.

Sementara itu, Ketua panitia Natal Ikemas Nabire, Achmad G. Lewenussa, menjelaskan, Natal Ikemal berlangsung di aula Maranata Malompo. Natal ini merupakan pertama kali dilakukan oleah warga Maluku di Nabire semenjak beberapa Tahun terakhir.

Selain itu, yang unik dalam Natal kerukunan ini adalah panitia dikomandani oleh pemuda Maluku di Nabire yang beragama Muslim.

“Panitia kebanyakan Muslim, nanti rencana kalau Lebaran baru panitianya Kristen lagi,” ujar Lewenussa. (tian)