Hingga Kini Belum Adanya SK Pengprov FORKI Papua
NABIRE - Hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) Pengurus Provinsi Federasi Karate-Do Indonesia (SK Pengprov) atas kepengurusan Pengkab FORKI Kabupaten Nabire tanggal 21 Maret 2015 lalu. Atas hal itu, Udin Mardin Ketua Umum FORKI Kabupaten Nabire hasil Muscab yang dilak
Bagikan
NABIRE - Hingga kini belum ada Surat Keputusan (SK) Pengurus Provinsi Federasi Karate-Do Indonesia (SK Pengprov) atas kepengurusan Pengkab FORKI Kabupaten Nabire tanggal 21 Maret 2015 lalu. Atas hal itu, Udin Mardin Ketua Umum FORKI Kabupaten Nabire hasil Muscab yang dilaksanakan di Gedung KNPI Nabire pada tanggal 21 Maret 2015 lalu angkat bicara terkait proses SK FORKI yang saat ini belum turun dari Pengprov FORKI Papua.
Kepada media, tentang persoalaan tersebut, tokoh muda yang dikenal dengan sebutan ‘Udin Mardin Bro’ menuturkan keheranannya. Ungkapnya, bahwa Muscab telah sah dilaksanakan yang dihadiri lima perguruan, yakni Goju Ryu Ass, INKAI, INKADO, KKI dan LEMKARI, dimana saat Muscab secara aklamasi memilihnya sebagai Ketum. Tabroni bin M. Cahya sebagai ketua 1 serta saudari Hj. Katherin Maruanaya Jabal Noer selaku ketua 2.“Penyerahan Pataka FORKI (Lambang) dari Ketua KONI Madyo Prayitno pada saya saat itu disaksikan oleh 5 perguruan sebagai pemegang hak tertinggi dalam Muscab, namun ada yang keliru disini, kenapa saya katakan keliru bahwa pada pelaksanaan Kerjukab FORKI di GOR pada bulqn April yang lalu, dalam pembentukan panitia pengurus lama FORKI yang membuat SK panitia, kok bisa?,” tanyanya.“Begitu Muscab dilaksanakan pengurus lama tentu telah demisioner, dan yang menjadi pertanyaan KONI memperpanjang SK FORKI. Menurut saya, yang membuat surat ke KONI tersebut patut belajar lagi,” katanya.Sembari tertawa kecil politisi kelahiran Kotalama ini mengatakan, tidak FORKI jangan dipolitisir. Kalau mau berpolitik bergabung di partai politik.“Politik itu bidang kami. Saya berkecimpung dalam dunia politik sudah hampir 12 tahun, semenjak usia 22 tahun, berorganisasi dari umur 18 tahun, serta mendirikan Karang Taruna Rajawali saat usia 20 tahun. Saya mencurahkan segala hidup saya di organisasi, basis saya anak muda, bukan karena saya gaul tetapi saya senang berbagi,” tuturnya.Udin Mardin mengingatkan, dalam organisasi ada yang perlu diketahui dan ingat bersama, bahwa dalam organisasi apapun itu, “Jangan tanyakan apa yang telah organisasi berikan padamu, tetapi tanyakanlah pada dirimu apa yang telah kau berikan pada organisasi.“Untuk pertama dan terakhir saya minta dengan hormat kepada para pihak yang telah membuat surat permohonan perpanjangan SK FORKI ke KONI agar segera membuat surat pencabutan sehingga KONI juga dapat menerbitkan surat rekomendasi kepada panitia Muscab FORKI Kabupaten Nabire untuk selanjutnya diserahkan pada Pemprov FORKI Papua guna penerbittan SK Kepengurusan FORKI Kabupaten Nabire,” pintanya.Terkait masalah FORKI Nabire, politis muda yang gemar makan pinang ini prihatin pada nasib para karateka di Nabire jika kondisi ini terus berlarut-larut. Menurutnya, hal itu akan membuat kerugian bagi organisasi, atlet dan pelatih.Pada kesempatan itu, Udin Mardin meminta kepada 5 perguruan untuk bersabar dan menunggu, serta tidak terpengaruh dengan situasi yang berkembang. “Saya meminta kepada 5 perguruan khususnya kepada pelatih untuk fokus membina dan kepada karateka untuk giat berlatih karena tujuan kita adalah prestasi guna mempersiapkan atlet karate menyongsong PON 2020 di Tanah Papua,” ungkapnya.“Masalah FORKI biar nanti kami yang mengurus. Jika memang oknum-oknum tersebut terus mempolitisi maka suatu saat mereka akan menerima akibatnya. Kita akan mengetahui siapa yang benar-benar punya hati dan niat untuk membangun karate di Kabupaten Nabire dan siapa yang pecundang,” ujarnya.Menutup pernyataannya, Udin Mardin menyampaikan salam hormat seluruh karateka di Kabupaten Nabire, dan juga pada mereka yang telah menghambat masa depan karete di Kabupaten Nabire sembari berdoa semoga mereka para penghambat segera sadar dari kekeliruanya karena FORKI itu wadah untuk mendidik sehingga kiranya kita dapat memberi suritauladan yang baik.(iing elsa)
Bagikan artikel ini



