NABIRE - Untuk menghidupkan kembali Pangkalan Pendaratan Ikan (PP) Nabire yang terletak di Kampung Waharia Distrik Teluk Kimi, hanya bisa dengan cara menggandeng mitra atau pihak ketiga.

Sebab tidak mungkin pemerintah akan mampu menampung ikan hasil tangkapan para nelayan yang ada di Nabire ini.

Pemerintah melalui istansi terkait harus mampu mencari siapa pihak ketiga yang mau bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Nabire.

     Terkait hal ini, Kamis (11/2) lalu telah dilakukan pertemuan antara Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Yance Pekey, S.Pi, MAP dan Kepala PPI Nabire, Yusuf Sembor, S,Sos.

Dalam pertemuan tersebut kedua pucuk pimpinan ini telah bersepakatan untuk dalam dekat  akan mendatangkan pihak ketiga agar PPI Nabire bisa difungsikan kembali. 

Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Nabire, Yance Pekey mengatakan, untuk saat ini proposal yang diajukan kepada pihak ketiga telah dilayangkan.

Dan sudah ada tiga perusahaan atau tiga mitra yang sedang mempelajari proposal tersebut.

  Sehingga diharapkan dalam waktu dekat sudah ada jawaban.

Yang menjadi harapan dinas dan PPI Nabire agar mitra yang datang bisa membeli semua jenis ikan milik para nelayan di Nabire.

Agar ada pendapatan ekonomi bagi nelayan Nabire.

Hal lain yang juga menjadi harapan di Nabire agar para mitra ini tidak terfokus saja di PPI Waharia.

  Tetapi ada mitra yang turun langsung ke kampung–kampung dan membeli hasil tangkapan para nelayan.

    Ketika disinggung soal fasilitas yang tersedia di PPI Nabire, Sembor secara tegas mengatakan, untuk fasilitas sangat tersedia dan mungkin yang kurang lengkap akan dilengkapi.

     “Saat ini kita tidak harus berpikir pada fasilitas, tetapi bagaimana cara mitra atau pihak ketiga itu kita datangkan demi menghidupkan PPI Nabire kembali demi pemulihan ekonomi masyarakat atau para nelayan,” ujarnya. (des)