NABIRE - Sabtu (8/3/2025) lalu, diperingati Hari Perempuan Internasional (Internasional Women's Day), dalam peringatan tersebut perempuan yang ada di Kabupaten Nabire, tergabung dalam solidaritas perempuan Papua Tengah melakukan aspirasi di Lampu Merah Kusuma sampai dengan lampu merah di Perempatan Sekolah SMP Antonius, Jalan Merdeka dengan membawa spanduk bertuliskan Hentikan penindasan terhadap perempuan dan wujudkan kesetaraan gender.

Aksi tersebut dipimpin koordinator solidaritas perempuan Papua Tengah, Paola Pakage, serta didampingi oleh wakil koordinator Melodi Gobai. Dalam aspirasi tersebut Solidaritas Perempuan Papua Tengah menyampaikan beberapa tuntutan, diantaranya, pengusutan tuntas kasus pembunuhan Mama Tarina Murib dan penarikan militer dari Kabupaten Puncak Papua.

Kedua, penghentian kekerasan seksual terhadap perempuan serta pemberian hukuman berat bagi pelaku. Penghentian proyek strategis nasional di Merauke yang merusak lingkungan dan penolakan terhadap Blok Wabu serta penutupan PT. Freeport Indonesia (FI), BP Migas dan perusahaan multinasional kapitalis di Papua.

Selanjutnya, penghentian diskriminasi terhadap perempuan di berbagai bidang kehidupan, penyediaan pasar yang layak bagi Mama-mama Papua, pemenuhan hak anak dan perempuan dalam kebijakan publik.

Selain itu, tuntutan lainnya, pemberian subsidi kesehatan bagi anak dan ibu hamil di Papua Tengah. Penghapusan kebijakan patriarki dalam kebijakan public dan penghentian kekerasan berbasis digital terhadap Perempuan serta penanganan serius terhadap kasus HIV/AIDS yang mengancam generasi muda Papua.(edi)