NABIRE – Hari ini, Selasa (2/6), Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai menyalurkan Beras Cadangan Pemerintah (BCP) kepada warga yang tersebar di wilayah Mapia. Kemarin, Senin (1/6) Pemkab Dogiyai menyalurkan BCP untuk lima distrik sekitar Lembah Kamu. Sedangkan jatah untuk Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan masih menunggu hubungan karena akan didistribusi melalui udara.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos) Kabupaten Dogiyai, Nelson Manik dari Moanemani, Minggu (31/5) saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan beras bantuan pemerintah kepada masyarakat di tengah Corona Virus Disease (Covid-19) mengatakan, Pemkab Dogiyai akan menyalurkan bantuan pemerintah kepada warga di tengah pandemi corona berupa BCP untuk lima distrik sekitar Lembah Kamu pada hari Senin. Sedangkan kepada masyarakat di wilayah Mapia disalurkan pada hari Selasa (2/6).

Penyaluran bantuan pemerintah tersebut, kata Nelson, disalurkan melalui kampung, tidak ke distrik. Oleh karena itu, saat penyaluran BCP pemerintah menyerahkan langsung BCP ke kampung, bagi kampung-kampung yang berada di pinggir jalan langsung di kantor. Sedangkan kampung-kampung yang jauh dari jalan yang bisa dilewati kendaraan, seperti Distrik Kamu Selatan, Pemkab mendropnya di ujung jalan, masyarakat kampung mengambil sendiri di ujung jalan.

Nelson menjelaskan, penyaluran BCP tidak merata untuk 79 kampung tetapi disesuaikan dengan jumlah penduduk di setiap kampung. Bagi kampung yang penduduknya padat, bisa sampai tiga ton dan kampung dengan penduduknya kurang, cukup 1 ton. Hari ini, Pemkab Dogiyai akan menyalurkan BCP ke wilayah Mapia.

Apabila pemerintah mendrop langsung ke kampung lewat kendaraan darat, sebagian kampung di Distrik Mapia Tengah seperti Kampung Adauwo, Megaikebo, Timeepa, Gabaikunu dan Omakapau juga berada diluar jalan sehingga bakal BCP didrop di pinggir Kali Teu.

Demikian juga halnya dengan Distrik Mapia Barat. Sebagian besar kampung dan warga berada jauh dari jalan seperti Kampung Toubai, Maikotu, Dusun Pagouda dan Kitakebo. Apabila, kendaraan mampu tembus hingga di ibukota distrik, Abouyaga, hanya tiga kampung jauh dari jalan. Tetapi, jika kendaraan tidak sampai di Abouyaga, beras bantuan pemerintah tersebut, diprediksi akan didrop hingga Kampung Yegoukotu sehingga kampung-kampung lain di Distrik Mapia Barat, seperti Abouyaga, Toubai, Maikotu akan mengambil BCP di Kampung Yegoukotu.

Menurut Kadinsos Nelson, pemerintah memisahkan bantuan kepada masyarakat di Distrik Piyaiye dan Sukikai Selatan dipisahkan, karena akan disalurkan melalui jalur udara karena tidak ada jalan darat. Oleh sebab itu, masih menunggu kepastian jadwal penerbangan ke Piyaiye dan Sukikai Selatan.

Menurut pengamatan media, apabila menggunakan jasa penerbangan udara, di Distrik Piyaiye terdapat empat lapangan terbang (Lapter), yakni di Apogomakida sebagai ibukota distrik, Lapter Kegata di Kampung Kegata, Lapter Deneiode di Kampung Deneiode dan Lapter Idedua di Kampung Ideduwa. Tetapi kalau hanya ke ibukota distrik, hanya ke Apogomakida sehingga kampung-kampung lain mengambilnya di Apogomakida.

Warga dari Kampung Yegeiyepa, kampung terjauh di Distrik Piyaiye, jalan kaki selama sehari melalui jalan setapak. Sementara di Distrik Sukikai Selatan, distrik terjauh dari Kabupaten Dogiyai dan berada di tapal batas Kabupaten Mimika, Kaimana, Nabire dan Deiyai, terdapat tiga Lapter. Tetapi apabila hanya sekali terbang, masyarakat dari Kampung Iyago dan Kapiraya, ya jalan kaki selama dua hari ke Unito, Ibukota Distrik Sukikai Selatan belum untuk pulang ke kampung. (ans)