NABIRE - Semenjak beberapa tahun lalu Pemerintah Kabupaten Nabire telah mengangkat 135 orang tenaga guru kontrak yang ditugaskan pada sekolah–sekolah yang berada di daerah Tertinggal, Terpencil dan Terluar (3T).

Belakangan ini, dari 135 orang itu, jumlah guru tenaga kontrak semakin menyusut. Ada guru kontrak yang lulus tes P3K dan juga ada yang lulus tes CPNS formasi 2018.

Sehingga untuk saat ini tersisa 84 orang tenaga guru kontrak yang masih setia melaksanakan tugas di daerah 3T.  Sementara masih dibutuhkan ratusan orang tenaga guru kontrak lagi.

“Guru tenaga kontrak itu merupakan ujung tombak di daerah 3T. Karena dengan program pengangkatan guru kontrak merupakan salah satu solusi yang tepat dan terbaik untuk menjawab kekurangan dan kekosongan tenaga guru pada sekolah di daerah 3T,” ujar Kasubag Program dan Perencanaan Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire, Engel Rogi, S.Pd., M.Si kepada Papuapos Nabire, Selasa (11/1/22).

Sehingga kedepannya nanti Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Dinas Pendidikan dipastikan akan memberikan prioritas pengangkatan tenaga guru kontrak baru lagi. Sebab untuk saat ini ada 58 orang tenaga guru kontrak tingkat SD dan 26 orang tenaga guru kontrak tingkat SMP yang kini sedang bertugas di 7 distrik yang ada di daerah 3T dan pinggiran.

Dan selama ini untuk Kabupaten Nabire terus dan terus mengalami kekurangan tenaga guru. Karena setiap tahun banyak guru masuk usia pensiun atau purna tugas tetapi tidak ada penggantinya.  Sehingga guru kontrak yang ada hadir untuk menjawab kebutuhan dan kekurangan tenaga guru yang ada pada sekolah yang berada di daerah 3T. (des)