NABIRE - Gubernur Provinsi Papua Tengah mengajak masyarakat untuk terlibat langsung dalam pelestarian alam melalui aksi nyata seperti gerakan bersih lingkungan dan pengelolaan sampah. Karena Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPPLH) sangat menjamin keseimbangan ekologi bagi anak cucu kita di kemudian hari. 

Dalam sambutan tertulis Gubernur Meki Nawipa SH, yang dibacakan Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Provinsi Papua Tengah Victor Fun, S.Sos, M.Si, Sabtu (6/06/26) mengatakan hari ini bukan sekadar kegiatan seremonial melainkan kehadiran kita di Lapangan Upacara Kantor Gubernur dan keterlibatan dalam kerja bakti lingkungan merupakan tanda komitmen bersama untuk menjaga kebersihan, kesehatan dan kelestarian lingkungan hidup di Papua Tengah.

“Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2026 ini mengingatkan kita bahwa krisis iklim, hilangnya keanekaragaman hayati dan pencemaran lingkungan adalah persoalan nyata yang harus dijawab dengan kerja nyata,” tuturnya.

Meki Nawipa juga mengajak masyarakat untuk tidak berhenti pada ajakan dan slogan, tetapi bergerak melalui tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Victor Fun menambahkan, Papua Tengah diberkahi kekayaan alam yang luar biasa. “Kita memiliki wilayah pesisir, sungai, lembah, hutan tropis, dataran tinggi serta keanekaragaman hayati yang menjadi sumber kehidupan masyarakat. Kekayaan ini adalah anugerah Tuhan, sekaligus amanah yang harus kita jaga dengan tanggung jawab,” ujarnya.

Jadi alam Papua Tengah bukan hanya ruang ekonomi. Alam adalah ruang hidup, ruang budaya, ruang identitas dan warisan bagi anak cucu kita. Karena itu, merusak alam berarti mengurangi masa depan generasi berikutnya. (rob/humPemprov)