NABIRE – Pihak Gereja Advent Hari Ketujuh di Kabupaten Nabire, mengklarifikasi pemberitaan sejumlah media online terkait penangkapan terhadap seseorang (PK) terkait kasus senjata api dan amunisi (Senamu). Dalam pemberitaan sejumlah media online, PK, disebutkan berprofesi sebagai Pendeta Gereja Advent Kali Bobo, Nabire. Soal profesi PK seperti dituliskan oleh media online, dibantah tegas oleh pihak Gereja Advent Hari Ketujuh di Kabupaten Nabire. RK bukan berprofesi sebagai Pendeta Gereja Advent Kali Bobo. Nama RK tidak ada di dalam keanggotaan pendeta Gereja Advent Hari Ketujuh daerah misi Papua. Bahkan, nama RK tidak masuk dalam daftar keanggotaan Gereja Advent Hari Ketujuh di wilayah Nabire bahkan dunia.

Klarifikasi pemberitaan Gereja Advent Nabire difasilitasi oleh Polres Nabire. Kegiatan yang dilaksanakan di Koridor Polres Nabire, Selasa (20/4/21) kemarin, dipimpin langsung Wakapolres Nabire, Kompol Samuel D. Tatiratu, S.IK, mewakili Kapolres Nabire. Turut dihadiri Ketua Klasis Advent Nabire, Pdt. Alan Sasarari, Ketua Jemaat Memorial Advent Kalibobo, Pdt. Calvin Krey, Ketua Yayasan Pendidikan Advent, Alex Kamiroki, Kasat Intelkam Polres Nabire, KBO Reskrim, Bagops Polres, dan para jurnalis.

Di awal pertemuan, Wakapolres Nabire menuturkan, klarifikasi berita ini bertujuan untuk menyejukan suasana masyarakat di Kabupaten Nabire. Sehingga tidak timbul hal-hal yang tidak diinginkan.

Pdt. Alan Sasarari dalam klarifikasinya mengatakan, Gereja Advent Hari Ketujuh yang ada di wilayah Nabire juga di Tanah Papua, Papua Barat bahkan diseantero dunia, adalah gereja global. Dirinya menyampaikan jika berita yang dirilis di salah satu media yang menyebutkan bahwa oknum yang diamankan aparat kepolian adalah seorang pelayan dari Gereja Advent Hari Ketujuh wilayah Nabire khususnya melayani Jemaat Memorial Kalibobo, sesungguhnya nama itu tidak ada di dalam keanggotaan pendeta Gereja Advent Hari Ketujuh daerah misi Papua.

“Beberapa menit yang lalu saya baru saja ditelepon dari Ketua Sinode beliau mengatakan ini sangat merugikan nama Gereja Advent Hari Ketujuh. Jadi saya sangat bermohon agar ini diklarifikasi sehingga tidak mencoreng nama gereja,” tuturnya. 

Ditegaskan Pdt. Alan, nama orang tersebut tidak masuk dalam daftar keanggotaan Gereja Advent Hari Ketujuh di wilayah Nabire bahkan di duina. Hal ini seperti inforasi yang didapat dari pimpinan sidode Pendeta W. Suebu. 

“Beliau konfirmasikan kepada saya supaya teman-teman media tolong klarifikasi sehingga nama Gereja Advent Hari Ketujuh seperti yang diterbitkan oleh salah satu media ini tidak seperti demikian. Karena pada hakekatnya gereja tidak terlibat untuk apa yang dimaksud oleh salah satu pemberitaan media itu,” tuturnya.

Hal senada juga disampaikan Pendeta Jemaat Memorial Kalibobo, Pdt. Calvin Krey. Dirinya mengaku terkejut mendengar informasi yang disampaikan oleh keluarga soal ini. Bahkan anggota jemaat juga resah dengan informasi tersebut.

“Sehingga pada kesempatan ini umat menyampaikan kepada kami untuk menyampaikan klarifikasi kepada pihak terkait bahwa nama tersebut tidak terdaftar dalam keanggotaan bahkan menjadi pengurus atau pendeta di jemaat tersebut. Sehingga kami juga menghargai perkembangan teknologi yang ada sehingga informasi cepat tersebar, tetapi dengan penuh kasih kami memohon agar nama baik itu lebih berharga sehingga bisa diperbaiki dan dapat menjadi kesejukan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Pendidikan Advent Nabire, Alex Kamiroki, menuturkan, Gereja Advent Hari Ketujuh wilayah Nabire daerah misi Papua unit timur dan unit barat dan divisi Asia Pasifik Selatan yang telah mendapat berita ini, sangat terkejut. Karena itu pimpinan tertinggi disini, Ketua Klasis bersama pendeta jemaat yang bertunggangjawab langsung mengelola Jemaat Memorial Kalibobo yang disebutkan dalam media tersebut, hari ini hadir di tengah-tengah kita untuk menglarifikasi. Sehingga informasi ini diharapkan tetap lurus, dan tidak merugikan pihak manapun. 

“Kehadiran kami di temat ini adalah ingin memberikan damai sesuai dengan konsep Alkitab Matius pasal 5 ayat 9 “Berbahagialah orang yang membawa damai karena mereka disebut anak-anak Allah.” Ini konsep pertama dan tujuan kehadiran kami,” ujar Alex Kamiroki.

Hal kedua, kata Alex, pihaknya memohon kepada wartawan untuk membantu memberikan keterangan yang sangat jelas dan valid kepada publik sehingga tidak menimbulkan salah tafsir ditengah-tengah publik. Lebih khusus kepada media yang sudah terlanjur menuliskan berita tersebut, diharapkan untuk dapat memberikan sudut pandang klarifikasinya. Paling tidak meminta maaf kepada organisasi Gereja Advent Hari Ketujuh sedunia. 

“Karena kita bersifat global universal, sehingga kami punya pimpinan di luar sana tahu bahwa kita punya wartawan juga beretika,” tuturnya.

Penelusuran media ini terkait media online yang dipersoalkan itu, beberapa yang ditemui adalah media online yang berasal dari luar Nabire. Bahkan ada media online yang pusatnya berada di luar Papua. (ros)