Gara-gara NIK dan NKK Jumlah Penerima BST Nabire Susut
NABIRE – Gara-gara sebagian besar calon penerima bantuan sosial tunai (BST) tidak punya Nomor Induk Penduduk (NIK) dan Nomor Kartu Kel
NABIRE – Gara-gara sebagian besar calon penerima bantuan sosial tunai (BST) tidak punya Nomor Induk Penduduk (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK) jumlah penerima BST yang dipatok dari Kementerian Sosial (Kemensos) untuk Kabupaten Nabire susut. Jumlahnya lebih dari jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) yang ditentukan Kemensos RI.
Kementerian Sosial berdasarkan data terpadu keluarga sejahtera (DTKS) mematok keluarga harapan yang layak mendapat bantuan sosial dari pemerintah sebanyak 13.106 jiwa. Namun, realisasi penerimaan BST tahun ini untuk Kabupaten Nabire hanya sebanyak, 5.676 jiwa.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Nabire, Ishak didampingi Sekretaris Dinas Sosial, Zakeus Petege di ruang kerja kepala dinas, Selasa (7/9) mengatakan jumlah penerima warga yang menerima bantuan sosial tunai untuk tahun ini hanya sebanyak 5.687 jiwa. Kita susut banyak, lebih dari separuh jumlah penerima bantuan sosial yang terdaftar di DTKS.
Menurut Ishak, terjadinya penyusutan jumlah penerima BST tahun ini karena setelah divalidasi dan diverifikasi oleh Dinas Sosial, ternyata banyak yang tidak punya NIK dan KK sebagai bukti warga Kabupaten Nabire. Penyusutan terjadi akibat banyaknya warga yang terdaftar di DTKS tidak punya NIK dan NKK.
Ishak didampingi Zakeus Petege memprediksi pasti ada warga yang protes, terutama warga yang menerima bantuan sosial ytahun lalu. Tetapi, tidak bisa berubah karena penerima BST tahun ini ditentukan oleh Kemensos berdasarkan data terpadu di Kemensos setelah divalidasi datanya.
Untuk menjawab persoalan ini agar tidak menyusut lagi tahun depan, Ishak menilai solusinya setiap warga di kabupaten ini sadar akan kepemilikan NIK dan NKK yang dikeluarkan oleh pemerintah melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dindukcapil) Kabupaten Nabire. Karena, setiap penerimaan bantuan sosial dari pemerintah berdasarkan NIK dan NKK yang valid. (ans)
Bagikan artikel ini



