Gandeng Dinas Penanaman Modal, KAP Intan Jaya Sosialisasi OSS-RBA
NABIRE - Berkerja sama atau mengandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Setda Kabupaten Intan Jaya, pihak Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua daerah Intan Jaya, selama 2 hari kemarin menggelar sosialisasi perizinan berusaha online berbasis risiko.

NABIRE - Berkerja sama atau mengandeng Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Setda Kabupaten Intan Jaya, pihak Kamar Adat Pengusaha (KAP) Papua daerah Intan Jaya, selama 2 hari kemarin menggelar sosialisasi perizinan berusaha online berbasis risiko.
Kegiatan sosialisasi Online Single Submission berbasis risiko (OSS - RBA) tahun 2022 yang dilaksanakan Rabu hingga Kamis (15-16/6/2022) di Sugapa itu diharapkan dapat mendorong para pengusaha lokal (OAP) untuk dapat berwiraswasta, bersaing dan berusaha sesuai amanat UU Cipta Kerja.
Ketua KAP Intan Jaya, Henes Sondegau, di sela-sela kegiatan tersebut kepada media ini mengatakan, hari ini (kemarin, red) kita telah melaksanakan sosialisasi OSS Berbasis Risiko.
"Ini pertama kali kita laksanakan, sehingga kami khususnya pengusaha asli Papua mengharapkan adanya dukungan dari pemerintah daerah kedepan sesuai amanat UU dan Peraturan Pemerintah (PP)," tandasnya.
Hari ini Puji Tuhan, Kepala Dinas Penanaman Modal dan PTSP Intan Jaya hadir dan KAP daerah Nabire juga ada. Setelah ini kita juga akan mencoba mendata pengusaha atau pemilik CV maupun PT di Intan Jaya agar kedepan pengusaha OAP lebih mendapat prioritas.
Kegiatan ini yang melaksanakan KAP, tambah Henes, kedepan kiranya dinas bisa dan dapat menagendakan kegiatan-kegiatan untuk perkembangan dan kemajuan para pengusaha lokal utamanya.
Sementara itu, dari KAP Nabire, Bazzri Werfete menambahkan, kami dari asosiasi kamar adat pengusaha Papua di wilayah Meepago sangat berterima kasih kepada KAP Intan Jaya karena telah membuat terobosan baru untuk berkerja sama dengan Pemda setempat, melalui dinas teknis dan terkait, khusus dalam rangka pemberdayaan pengusaha OAP.
Perlu sama-sama kita ketahui, lanjut Bazzri bahwa kamar adat pengusaha Papua ini tidak hanya bergerak di bidang kontruksi dan kegiatan proyek lainnya, melainkan juga di bidang ekonomi sektor riil, mikro maupun makro.
Untuk itu, kembali seperti diterangkan Henes Sondegau dan wacana yang muncul dalam kegiatan sosialisasi tersebut, kiranya kedepan pihak pemerintah daerah dapat memberikan pembinaan bagi pengusaha OAP lebih intens dengan harapan mereka juga dapat mengambil bagian dalam mengisi pembangunan daerah sesuai semangat Otsus itu sendiri.(wan)
Bagikan artikel ini



