Frans-Bro : Dalam Masa Kepemimpinan Tak Ingin Ciptakan Pengikut-Pengikut di Nabire
NABIRE – Calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin M. Cahya jika terpilih pada tangga
NABIRE – Calon bupati dan calon wakil bupati nomor urut 3, Fransiscus Xaverius Mote dan Tabroni Bin M. Cahya jika terpilih pada tanggal 9 Desember 2020 mendatang, mempunyai komitmen dalam menahkodai pemerintahan di Nabire tak ingin menciptakan pengikut-pengikutnya.
Namun ingin menciptakan pemimpin-pemimpin yang bisa jalan sendiri.
“Jika saya dan wakil dipercayakan rakyat pada tanggal 9 Desember mendatang, maka kami berdua tak ingin menciptakan pengikut-pengikut pemimpin,” ungkap FX Mote di sejumlah tempat kampanye terbatas yang digelar tim relawanya.
Ia mencotohkan, seperti pemimpin yang suka mutasikan staf hingga gonta-ganti jabatan berkedok tak loyal terhadap pimpinan adalah wujud nyata dari pemimpin yang sedang menciptakan pengikut-pengikut agar bawahan loyal dan taat padanya.
“Kalau saya dan wakil saya tidak mau.
Itu bisa juga dikatakan penjajahan yang tersturuktur, itu namanya intimidasi dan menakut-nakuti.
Bawahan bekerja harus diberi kebebasan untuk bekerja,” katanya.
FX Mote mengaku, jika terpilih ingin menciptakan pemimpin-pemimpin yang bisa berjalan sendiri sesuai dengan karunia atau talenta yang Tuhan berikan, pengalaman dan pengetahuan yang dipunyai masing-masing person.
Menurut penuturan FX Mote, semua kelebihan dalam semua aspek baik di birokrasi pemerintahan maupun di kemasyarakatan harus membangkitkan agar terciptanya pemimpin-pemimpin yang mampu memimpin dirinya sendiri, keluarga, kemasyarakat, keagamaan hingga pemimpin di Pemerintahan.
Karena itu, Paslon yang mengusung jargon Nabire Bangkit Pro Perumbahan ini berkomitmen untuk mengelola talenta, pengetahuan dan ketrampilan yang dimiliki oleh warga dan ASN di Nabire untuk menciptakan pemimpin-pemimpin bukan pengikut-pengikut yang harus di patuh terhadap pemimpin.
“Masyarakat maupun ASN di Nabire sebenarnya ada talenta yang Tuhan beri, pengetahuan yang di punyai melalui bangku pendidikan dan ada ketrampilan yang dimiliki melalui pengalaman kerja.
Tinggal kita poles untuk ciptakan pemimpin-pemimpin bukan pengikut-pengikut yang harus patu terhadap pemimpin.
Mereka harus bangkit menjadi pemimpin,” imbuhnya optimis. (eby)
Bagikan artikel ini



