DOGIYAI - Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Dogiyai menggelar sosialisasi dampak Miras dan pergaulan bebas bagi pemuda.

Kegiatan digelar Rabu (30/9) di Aula Koteka Moge Distrik Kamu, Kabupaten Dogiyai. Dalam sambutannya, Kepala Kesbangpol Kabupaten Dogiyai, Alowisius Sabon Igor, S.Pd, mengatakan, pemuda saat ini memengang peranan penting dalam proses pembagunan.

Selain itu, pemuda juga menjadi sentral terdampak Miras dan pergaulan bebas.

“Kita semua adalah agen pembawa pembaharuan di masing-masing kampung dan di tempat ibadah.

Dan tolak ukur untuk majunya suatu daerah ditandai kreatifitas pemuda dalam hal positive,” ujarnya.

Dalam sosialisasi juga disampaikan sejumlah materi.

Diantaranya materi bahaya miras oleh pdt. Obet Magai, S.Th dan Pater Jonas P., OFM.

Pada materi ini disampaikan jika kita semua sudah tahu dampak dari Miras adalah merusak banyak hal.

Bahkan akibat Miras, sejumlah pemuda di Kabupaten Dogiyai sudah banyak menjadi korban.

“Saya yakin semua agama mengharamkan mengkonsumsi Miras, karena akan berdampak pada pergaulan bebas,” tambahnya.

Kegiatan sosialisasi turut dihadiri masing-masing oleh Bupati Dogiyai yang diwakili Kepala Kesbangpol Linmas Dogiyai, Alowisius Sabon Igor, S.Pd, Ketua FKUB Kabupaten Dogiyai, Pdt. Bernadus Anouw, S.Th, Wakil Ketua FKUB Kabupaten Dogiyai, Pdt. Agustinus, S.Th, Sekretaris FKUB, Anthonius Tandililing, anggota FKUB Pastor Jonas Purnama OFM, anggota FKUB Ustad H. Haeruddin, S.Hi, anggota FKUB Pdt. Obet Magai, S.Th, anggota FKUB Pdt. Rona Novita Soumokil, S.Th, anggota FKUB Pastor Agustinus Nahak OFM, pemuda remaja Masjid Nurul Kautsar dan pemuda dari denominasi gereja. (ros)