FKUB Ajak Umat Beragama Bergandengan Tangan Atasi HIV/AIDS

NABIRE - Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Nabire, Pdt. Mordekai Oilla, M.Th, menyoroti serius tingginya kasus penyebaran HIV/AIDS di wilayahnya. Hal ini disampaikan Pdt. Mordekai saat diwawancarai awak media di Aula Sekretariat Daerah (Sekda), Selasa, (14/10/2025), usai mengikuti sebuah kegiatan diskusi.
Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen FKUB untuk tidak tinggal diam dalam menghadapi isu kesehatan masyarakat yang mengkhawatirkan tersebut.
Pdt. Mordekai menjelaskan, diskusi yang baru saja diikuti akan ditindaklanjuti dengan penyusunan Rencana Tindak Lanjut (RTL). RTL ini akan menjadi panduan program yang akan dilaksanakan, baik di kalangan kerukunan suku-suku yang hadir maupun di kalangan umat beragama, khususnya para tokoh agama.
Ini menunjukkan upaya terstruktur dan kolaboratif dari FKUB untuk memanfaatkan jaringan lintas agama dalam penyebaran informasi dan pencegahan.
Saat ditanya mengenai langkah konkret FKUB pasca kegiatan tersebut, Pdt. Mordekai menegaskan, bahwa tindak lanjut akan segera diwujudkan. Menurutnya, FKUB memiliki agenda rutin yang secara khusus menjadi wadah sosialisasi isu HIV/AIDS kepada masyarakat luas.
"Untuk kami dari FKUB secara khusus itu biasanya kalau menyambut Hari AIDS 1 Desember itu ada kegiatan," kata Pdt. Mordekai. Kegiatan tersebut rutin dilaksanakan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya penanggulangan penyakit ini di Nabire dan Papua Tengah.
Dirinya memaparkan, kegiatan rutin tersebut berupa doa bersama lintas agama sekaligus jalan sehat. Agenda ini bukan sekadar perayaan, namun juga berfungsi sebagai momen sosialisasi dan kampanye yang efektif.
Ia menekankan bahwa melalui kegiatan ini, pesan-pesan pencegahan dapat disebarluaskan dengan nuansa persatuan dan solidaritas.
Mordekai Oilla berharap agar kegiatan ini dapat mewujudkan harapan utama, yaitu umat beragama dan masyarakat bergandengan tangan untuk bisa membantu pemerintah menanggulangi HIV/AIDS yang ada di Kabupaten Nabire, Papua Tengah.
Ini adalah wujud nyata peran tokoh agama sebagai mitra pemerintah dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan aman dari ancaman penyebaran virus mematikan ini.(sam)
Bagikan artikel ini



