NABIRE - Data Kasus Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kabupaten Nabire per 14 April 2020 mengalami peningkatan yang signifikan alias fantastik. Dimana, dari sebelumnya, data Orang Dalam Pemantauan (ODP) disebutkan 9 orang, pada hari Selasa kemarin menjadi 29 ODP.  Walaupun demikian, untuk Pasien Dalam Pengawasan alias PDP masih diposisi awal, yakni hanya 1 orang. Bertambahnya jumlah ODP di Nabire itu kemungkinan dari warga Nabire yang baru datang dari luar kota sebelumnya, seperti warga Nabire yang datang dari Manokwari saat KM Tidar tidak boleh berlabuh di Pelabuhan Samabusa bulan lalu. Data yang diterima media ini menyebutkan, data kasus Covid-19 di Kabupaten Nabire hingga kemarin terjadi perubahan untuk data ODP, sementara untuk PDP tidak berubah. Ini sesuai informasi dari Juru Bicara Gugus Tugas Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Nabire, dr. Frans Sayori, seperti dilansir media online. Untuk data hari ini, jumlah ODP meningkat menjadi 29 orang. Dari 29 ODP tersebut, 17 orang berada di Distrik Nabire, 5 orang berada di Distrik Teluk Kimi, 4 orang berada di Distrik Makimi, 2 orang berada di Distrik Nabire Barat dan 1 orang berada di Distrik Wanggar. Sementara untuk data 1 orang PDP, berasal dari Distrik Nabire. Sementara itu, masih sesuai kabar yang beredar bahwa pada hari ini, Rabu 15 April 2020, sebanyak 16 orang penumpang Kapal Putih milik Pelni, KM Tidar yang tiba di Nabire menggunakan perahu pada hari Minggu sore kemarin akan menjalani pemeriksaan kesehatan. Dari jumlah puluhan orang itu masuk dalam cluster khusus yang wajib diperiksa, dan besok (hari ini) mereka akan diperiksa Rapid Test. Terkait mekanisme pemeriksaan ke16 orang tersebut, nanti kita lihat apakah mereka akan dibagi menjadi dua kelompok ataukah satu kelompok.  “Jika dua kelompok maka satu kelompok diperiksa di Posko Covid-19 Dinkes, dan satu kelompok lagi akan kita arahkan ke teman-teman di Posko Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD),” kata dr. Sayori selaku Jubir Covid-19 Kabupaten Nabire belum lama ini.  Sebagai informasi, sebanyak 16 orang penumpang kapal KM Tidar yang tertolak di Nabire 27 Maret lalu dan terpaksa harus turun di Manokwari, tiba kembali di Nabire menggunakan perahu pada hari Minggu sore (12/04/2020). Mereka selanjutnya menjalani pemeriksaan di Posko Covid-19 Nabire, yaitu pemeriksaan suhu tubuh serta penyemprotan disinfektan, sesuai standar prosedur yang ditetapkan. Dan saat tiba di Nabire, ke16 warga tersebut menunjukkan surat rekomendasi dari Ketua Gugus Tugas Covid-19 Papua Barat, Derek Amphnir, S.Sos,.M.M, yang menyatakan mereka sudah menjalani karantina dari 27 Maret hingga 10 April 2020 kemarin. Dalam surat tersebut, dijelaskan, mereka menjalani karantina di Masjid Rahmatanlilalamin, Anday, Manokwari, Papua Barat.(wan)