Fahris Hamzah Terharu Dipandu Masyarakat
DOGIYAI - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fahris Hamzah merasa terharu dengan jemputan masyarakat, dimana legislator ini dipandu oleh masyarakat ke tempat istirahat saat melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Dogiyai di Moanemani, Kamis (12/3). Karena selama ini,
Bagikan
DOGIYAI - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Fahris Hamzah merasa terharu dengan jemputan masyarakat, dimana legislator ini dipandu oleh masyarakat ke tempat istirahat saat melaksanakan kunjungan ke Kabupaten Dogiyai di Moanemani, Kamis (12/3). Karena selama ini, Fahris mengaku tidak pernah ditandu diatas kursi oleh masyarakat, baik saat melaksanakan kunjungan kerja ke daerah sejak memangku jabatan sebagai legislator maupun pulang kampung di Sumbawa.
Perasaan ini diungkapkan salah satu pimpinan parlemen ini dihadapan Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida), pejabat eselon I, II dan III di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Dogiyai, Kepala Kampung, Sekretaris Kampung, Bamuskam dan tokoh masyarakat di Aula Pemkab Dogiyai, Kamis (12/3).
Fahris Hamzah merasa terharu karena setelah tiba di Bandara Moanemani dan dijemput oleh pemerintah daerah diiringan tarian adat, Wakil Ketua ini ditandu oleh masyarakat dengan mendudukannya diatas kursi dan dipikul oleh empat (4) orang menuju ke quest house, jalan kaki sekitar 800 meter dari lokasi penjemputan.
Sementara dua anggota DPR RI lain, Ahmad (Wakil Ketua Badan Anggaran) dan Muhamad Yudid Kotouki (anggota Komisi II) bersama Bupati Dogiyai, Thomas Tigi dan Wakil Bupati, Herman Auwe bersama pejabat lain dan masyarakat berjalan kaki ke quest house.
Dalam pertemuan tersebut, Fahris mengungkapkan, sekalipun dirinya juga berasal dari kampung, salah satu kampung di Sumbawa dan menjadi orang pertama dari daerahnya menjabat kursi pimpinan di tingkat nasional tetapi tidak pernah dijemput seperti itu. Demikian juga halnya ketika melakukan kunjungan kerja ke daerah selama 11 tahun memangku kursi DPR RI. Oleh karena itu, ia merasa sangat terharu dengan penjemputan masyarakat di Dogiyai.
Sebagai anak kampung yang memangku jabatan terhormat di tingkat nasional, Fahri mendorong masyarakat terutama orang tua dan anak-anak dengan mengatakan, pada masa reformasi tidak ada perbedaan antara orang kota, anak kaya dan anak orang miskin dan tinggal di daerah terpencil. Sekarang saatnya untuk mengambil peran yang sama baik di bidang pemerintah, politik dan ekonomi di mana saja. Oleh karena itu, legislator dari PKS ini mengajak untuk berjuang mengerjar cita-cita dan ketertinggalan.
Selama dua hari di Kabupaten Dogiyai, setelah melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah dan masyarakat, anggota DPR RI yang melakukan kunjungan kerja ini meninjau pembangunan jalan lingkar Kamu dengan titik focus jalan Moanemani – Putapa, ke Distrik Mapia dan melihat secara dekat pengolahan biji kopi oleh Koperasi St Isodorus milik Yayasan P5 di Moanemani. Mereka juga menyaksikan pemandangan Lembah Kamu. (ans)
Bagikan artikel ini



