Evakuasi Warga Pascapenembakan Berjalan Aman Terkendali

NABIRE - Evakuasi warga pascapenembakan Jumat, 17 Oktober 2025 di sekitar Kilometer (KM) 64 hingga KM 100 berjalan aman dan terkendali selama dua hari kemarin sejak Sabtu, (18/10/2025) kemarin.
Informasi terakhir, para warga yang diungsikan berjumlah sekitar 300an warga ini, telah diamankan di beberapa tempat, termasuk rumah kerabat pengungsi maupun kantor serta rumah mereka masing-masing, sambil menunggu situasi Kembali normal.
Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., didampingi Wakapolres Kompol Dr. Piter Kendek, M.M., serta Kasi Propam Iptu Wido Purwanto, dalam laporannya proses evakuasi warga dari wilayah rawan kontak tembak antara pihak aparat keamanan dengan kelompok kriminal bersenjata di Kilometer (KM) 64, 74, 80, dan 82 yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu, 18-19 Oktober 2025.
Kapolres Nabire mengatakan, evakuasi dilakukan atas permintaan masyarakat yang merasa tidak aman setelah kejadian penembakan pada Jumat, 17 Oktober 2025 di sekitar Kali Semen, Distrik Uwapa Kabupaten Nabire.
“Sejak Sabtu kemarin kami (Polres Nabire) baru dapat menjemput saudara-saudara kita yang merasa tidak aman semenjak kejadian penembakan kemarin,” ujar AKBP Tatiratu, Minggu malam (19/10/2025) di Mapolres Nabire.
Dalam proses evakuasi ratusan warga ini, lanjutnya, situasi dan kondisinya berjalan aman dan lancar. Evakuasi dilaksanakan mulai pukul 14.00 WIT dari Nabire sampai di Kilometer 100. “Selama perjalanan, tidak ditemukan adanya keberadaan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB). Puji Tuhan, Alhamdulillah, sepanjang perjalanan tidak ada penembakan,” katanya.
Usia evakuasi dan pendata, lanjut mantan Kapolres Asmat itu, rombongan tiba di Mapolres Nabire pada malam hari ini (Minggu malam, red), karena jumlah warga yang diamankan cukup banyak, sehingga petugas berjalan dengan hati-hati untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.
“Setelah tiba di Mapolres sini, seluruh warga didata dan sebagian besar telah dijemput oleh pihak keluarga masing-masing sambil menunggu situasi kembali normal,” imbuhnya.
Ditambahkannya, pihaknya terus melakukan patroli dan sterilisasi wilayah. Patroli dilaksanakan bergantian guna menghindari kelompok ini dan pihak keamanan dalam pengungkapan jaringan KKB ini kami tidak menggunakan kendaraan dinas bertuliskan Polri, melainkan kendaraan lain.
Selain itu, Polres Nabire telah memperkuat Polsek Uwapa dengan penambahan personel yang siaga dan melakukan patroli hingga Kilometer 100 untuk memastikan keamanan masyarakat. Ia mengajak seluruh warga untuk tetap waspada dan berperan aktif dalam menjaga keamanan daerah.
“Mari kita bergandengan tangan karena tanggung jawab keamanan bukan hanya di pundak Polri atau TNI, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Bila ada informasi keberadaan oknum KKB, mohon segera disampaikan kepada kami,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, AKBP Samuel Tatiratu menyampaikan terima kasih atas doa dan dukungan masyarakat. “Sekali lagi kami mohon doanya dan mari kita saling menguatkan, saling membantu dalam memberikan informasi demi mengungkapkan para pelaku,” tutupnya. (wan)
Bagikan artikel ini



