DOGIYAI – Empat kring Gedung Gereja Katholik di Mapia, Dogiyai, diresmikan secara bersama pada hari Jumat (27/5).  Empat kring gereja itu adalah Kring St. Yohanes Pemandi Togoukunu, Kring St. Fransiskus Asisi, Kring Sta. Maria Magdalena Pigouya dan Kring St. Ketua Dewan Paroki Mapia, Yohanes Butu, mengaku peresmian secara serentak yang dilakukan adalah sesuai kesepakatan masing–masing panitia kring gereja. Dari empat kring yang ada ini juga melakukan bakar batu sebagai bentuk ucapan syukuran.“Sesuai pengamatan saya pada acara syukuran ini, dari empat kring gereja yang ada ini, umat yang paling padat dalam syukuran adalah kring St. Yohanes Pemandi. Karena keberadaan gereja ini dekat dengan jalan raya trans Nabire Ilaga,“ katanya.Lanjutnya, memang dari empat kring ini, sebelumnya umat sudah berusaha dan bekerja semaksil sehingga hasil dari perjuangan itu sudah terbangun gereja.  Bahkan ia mengaku juga, selama tahapan pembangunan berjalan maupun dalam peresmian pemerintah daerah belum pernah membantu baik dana maupun material. “Jadi dari empat kring yang sedang lakukan peresmian ini, belum dikasih dana dari Pemda hanya kring St. Yohanes Pemandi yang dibantu dana. Itupun dibantu dibantu dari Dinas Capil. Selain itu hanya sumbangan perorangan dan lewan umat yang ada,” tuturnya.Sementara, salah satu Ketua Panitia kring St. Yohanes Pemandi, Willem Tagi, menjelaskan, dalam persiapan menuju peresmian itu, pihaknya telah melakukan berbagai kesiapan dan persiapan.“Dari semua persiapan itu, umat sudah bekerja keras sehingga pada syukuran ini khusus kita umat kring St. Yohanes Pemandi korbankan babi 16 ekor dan beberapa ekor ayam. Itu semua hasil usaha umat,” katanya.Ia pun juga berharap, umat disini satu harapan St. Yohanes Pemandi. Sebab, Yohanes Pemandi punya arti tersendiri. “Jadi sejarah yang dimaksud adalah Yesus pernah dipermandikan oleh Yohanes. Ini salah satu arti dan sejarah dari yohanes. Jadi harapan dari umat dan panitia, kami mau seperti Yohanes,” tuturnya. (gus)