NABIRE - Pada, Rabu 27 November 2024 akan dilakukan pemilihan serentak, dimana Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Papua Tengah, melakukan persiapan-persiapan menjelang hari pencoblosan, diantaranya melakukan monitoring, supervisi di KPU kabupaten, serta menempatkan 4 komisioner KPU di Dapil masing-masing untuk menemani KPU kabupaten.

Dikatakan Ketua KPU Papua Tengah, Jennifer Darling Tabuni, dalam wawancara bersama media, sehabis doa bersama di Kantor KPU Provinsi Papua Tengah, Selasa (26/11/2024), melakukan atensi, monitoring dan supervisi untuk mendampingi teman-teman KPU kabupaten, 4 komisioner KPU Provinsi Papua Tengah sudah menuju ke Dapil masing-masing untuk menemani mereka.

"Apa-apa saja yang menjadi kekurangan di sana, bukan untuk menggurui tetapi membackup mereka dan memberikan dorongan dukungan (support system) kepada mereka. Kita kerja tegak lurus, bukan kerja sesuai dengan pesanannya siapa, tetapi kita bekerja untuk Tuhan, bekerja untuk Merah Putih, kerja sesuai dengan aturan," ujarnya.

Terkait pemberitahuan C6 jika ada masyarakat yang belum mendapatkannya, mereka tetap bisa datang ke TPS dengan membawa E-KTP dan bisa mengecek DPT online lalu screenshot dan dibawa menuju ke TPS, bahwa dia punya hak untuk memilih di TPS tersebut.

Untuk keluarga besar Puncak, Puncak Jaya, Dogiyai, Deiyai dan Paniai, yang menggunakan kearifan lokal, semua proses pemilihan ataupun kearifan lokal terjadi di TPS.

"Semua atribut pelaksanaan Pemilu, baik surat suara, formulir itu harus dilakukan di sana, dan dikembalikan karena itu perintah acara negara, dan akan menjadi bukti, siapa yang akan terpilih dan siapa dapat berapa itu akan terbukti di sana," pungkasnya.(edi)