Duta Besar Uni Eropa Kunjungi Papua
JAYAPURA - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, memulai kunjungan empat hari di provinsi Papua, termasuk ke ibukota
Bagikan
JAYAPURA - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Vincent Guérend, memulai kunjungan empat hari di provinsi Papua, termasuk ke ibukota provinsi Jayapura serta ke Wamena. Sekretaris Daerah (Sekda) Papua Hery Dosinaen, Selasa (20/3) malam, menerima kunjungan kerja DubesUni Eropa untuk Indonesia, diruang kerjanya. Kunjungan tersebut sehubungan dengan keinginan untuk melihat secara langsung dan memperoleh informasi mengenai perkembangan terakhir di bumi cenderawasih. Termasuk mengetahui mengenai pembangunan perekonomian, pemilihan kepala daerah (pilkada), tata kelola pemerintahan, hak asasi manusia dan perlindungan lingkungan. “Kedatangan perwakilan dubes ini ingin bekerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, perubahan iklim, tata kelola pemerintahan, demokrasi dan hak asasi manusia. Mereka juga ingin kerja sama itu membawa manfaat bagi Provinsi Papua dan warganya, misalnya di bidang kesehatan, pendidikan, dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan perekonomian yang berkelanjutan,” terang Sekda kepada pers, usai pertemuan. Selain berdiskusi dengan pemerintah daerah, para pihak dari Uni Eropa ini rencananya melangsungkan pertemuan dengan masyarakat sipil, khususnya membahas lingkungan hidup dan perubahan iklim – tentang bantuan yang dibutuhkan di masa depan hingga tentang peningkatan kapasitas dan advokasi. Dimana, tahun ini, Uni Eropa berencana untuk membuka peluang mengajukan proposal untuk membantu masyarakat sipil di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal. Uni Eropa juga tengah mengkaji pula dukungan untuk perlindungan Segitiga Terumbu Karang Sulu Sulawesi dan dukungan untuk produsen kelapa sawit skala kecil untuk memproduksi secara berkelanjutan. Sementara dalam kunjungannya ke Papua, Perwakilan Uni Eropa dijadwalkan bertemu para pemangku kepentingan di pemerintahan daerah, perwakilan rakyat daerah dan masyarakat sipil, Kepala Kepolisian Daerah Irjen. Pol. Boy Rafli Amar, Wakil Ketua DPR Papua Fernando Tinal, serta pemerintahan daerah di Wamena. Disamping itu, mengunjungi rumah sakit di Wamena untuk melihat lebih jauh upaya Pemerintah dalam pelayanan kesehatan berkualitas di bidang AIDS, TBC dan Malaria. "Uni Eropa memiliki hubungan baik dengan Indonesia. Kita bekerja sama dalam berbagai bidang, seperti perdagangan, perubahan iklim, tata kelola pemerintahan, demokrasi dan hak asasi manusia. Banyak dari program kerja sama pembangunan Uni Eropa di Indonesia secara langsung membawa manfaat bagi provinsi Papua dan warganya, misalnya di bidang kesehatan, pendidikan, dukungan terhadap upaya mitigasi perubahan iklim dan pembangunan perekonomian yang berkelanjutan," kata Duta Besar Uni Eropa Guérend. Selain berdiskusi dengan pemerintah daerah, Duta Besar Guérend akan melangsungkan pertemuan dengan masyarakat sipil, khususnya membahas lingkungan hidup dan perubahan iklim – tentang bantuan yang dibutuhkan di masa depan hingga tentang peningkatan kapasitas dan advokasi. Tahun ini, Uni Eropa berencana untuk membuka peluang mengajukan proposal untuk membantu masyarakat sipil di Indonesia, khususnya di daerah tertinggal. Uni Eropa tengah mengkaji pula dukungan untuk perlindungan Segitiga Terumbu Karang Sulu Sulawesi dan dukungan untuk produsen kelapa sawit skala kecil untuk memproduksi secara berkelanjutan. Duta Besar Uni Eropa Guérend akan mengunjungi beberapa proyek pendidikan, kesehatan dan kehutanan di Papua yang tengah maupun pernah didanai oleh Uni Eropa. Bantuan sebesar 2,5 juta euro untuk Program ParCiMon (Participatory Monitoring by Civil Society of Land-Use Planning for Low-Emissions Development Strategy) telah berkontribusi pada pembangunan hijau berkelanjutan di Papua. Proyek ini dilaksanakan oleh World Agroforestry Centre (ICRAF) di tiga kabupaten (Jayapura, Merauke and Jayawijaya), khususnya untuk peningkatan kapasitas masyarakat setempat dalam penggunaan sumber daya alam secara berkelanjutan dan akses pelayanan lingkungan, sementara itu memastikan pula keikutsertaan masyarakat setempat dalam perencanaan pembangunan yang dijalankan oleh Pemerintahan. (bams)
Bagikan artikel ini



